Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (5)

April Mop!
Berharapnya apa yang terjadi saat bangun tidur adalah April Mop belaka. Tapi apalah daya karena ternyata memang Fatih ngompol di kasur, aaaaakkkkkk! 
Setelah tahu kalau Fatih mengompol, biasa saja sih. Cuma males aja gitu nyucinya, apalagi bersihin kasurnya 
Saya coba bangunkan Fatih dari yang pelan-pelan sampai pipinya dicoel-coel ternyata anaknya tetep pules. Digimana-gimanain juga tetep gak mau bangun. Mungkin masih jauh ke subuh juga kali ya. Akhirnya yasudahlah saya lap dulu bekas pipisnya dan dialasi kain pernel.
Setelah pukul setengah 7, Fatih bangun juga. Saya sadar Fatih bangun, tapi saya tidak langsung nyambat. Cukup lama Fatih terdiam sampai akhirnya saya pura-pura kaget saat melihat Fatih. "Eh! Kaka udah bangun?!" Fatih yang sepertinya sadar kalau mengompol hanya diam saja tanpa ekspresi. Saya tersenyum dan berkata, "Wah, apa ya ini basah? Kaka pipis?" Dibalasnya dengan anggukan sambil bibirnya ditekuk ke bawah menahan tangis. Gemas dong ya! Pingin gigit karena ekspresi bersalahnya itu lucu, hahaha.
Akhirnya saya coba berbicara dengan Fatih selembut mungkin, "Kaka tadi pipisnya kerasa ga?' Lalu Fatih menjawab, "Engga," dengan cepat tapi suaranya pelan. "Oh, kaka pipisnya di mimpi ya?" tanya saya lagi. "Gak tau." Mukanya sambil manyun dan lagi-lagi pelan. "Gapapa, kakanya tadi bobo ya jadi gak tau kalau pipis. Yuk kita cebok ke kamar mandi." Diajak dengan senyuman dan tanpa ba bi bu anak pun menyambut ajakan tangan untuk ke kamar mandi.
Di kamar mandi, hal pertama yang Fatih ungkapkan adalah, "Ih, mama gak marah?" mukanya penuh rasa ingin tahu. "Gak dong, mama g marah," jawab saya tersenyum sambil buka celana dan pakaiannya. Seakan gak percaya, Fatih tanya lagi, "Ih mama gak marah?" Saya pun menggeleng sambil tersenyum, dan setelahnya adalah Fatih balik senyum pada saya, waaaa udah kaya drama korea aja gitu disenyumin aja jadi meleleh 
Saya pikir saat itu lebih baik Fatih sekalian mandi karena masih tercium bau pesingnya meskipun sudah dilap. Tapiiii, anaknya mendadak teriak saat air di gayung siap diguyur ke kepalanya. Ditolak pemirsa, gayung ditepis dan air tumpah kemana-mana. "Kaka gak mau mandi, dingin mama," protes Fatih. Untuk menghindari perdebatan yang unfaedah akhirnya saya langsung mengajak Fatih untuk membuat balon, jadi harus dibasahi dulu kepala dan badannya. Ini trik yang terkenal sih ya, semacam mengganti "Ayo mandi dulu," dengan "Ayo kita main air!" yang intinya membuat anak tertarik pada tujuan akhir kita, mandi. Tanpa ada penolakan doi langsung menunduk siap untuk disiram, byur!
Respon Fatih dengan bilang, "Ih mama gak marah?" menandakan Fatih merekam momen dimana jika ia pipis di celana, mama pasti marah. Makanya mungkin doi ngerasa aneh ketika doi pipis kok mamanya senyum-senyum. Kemasukan apalah mamaku ini? Gitu mungkin pikirannya, hahaha.
Sekarang sudah mulai belajar lah ya dikit-dikit, ketika ada suatu masalah ya sudah jangan membahas yang tidak perlu. Antara membuang tenaga untuk melampiaskan kekesalan karena pipis di kasur yang memang bukan keinginan anaknya juga toh? Atau fokus pada penyelesaian masalahnya dengan membersihkan anak dan mencuci kasurnya. Sounding tetap saya lakukan agar Fatih tetap ke kamar mandi untuk pipis dan pup, tidak membesarkan kesalahan yang memang di luar kontrol anak. Yang tidurnya mangap pun kalau sudah tidur ya mangap saja kan gak bisa dikontrol biar mingkem?
So take it easy, let it flow~
#hari5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.