Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (9)

Waaaaahh sudah hari ke sembilaaaan~
Menjelang weekend saya sudah beres-beres pekerjaan domestik yang tergolong berat. Berat di niat dan berat dikerjakan, haha. Semacam mencuci dan melipat pakaian gitulah. Hari ini juga suami tidak makan siang di rumah, artinya saya punya waktu lebih luang, yuhuuu~

Siang ini Fatih tidur siang dan alhamdulillah saya bisa ikut tidur juga~ Bangun tidur seperti biasa doi dibawa ke kamar mandi untuk pipis dan setelah balik ke kamar lagi ternyata doi pup!!

Entah karena sayanya juga masih setengah sadar apa bagaimana, saya santai banget gak ada kesel-keselnya. Akhirnya saya balik lagi bawa ke kamar mandi. Seperti biasa, doi tanya ke saya.

Fatih   : "Mama, mama gak malah?" 
Terus ya masa juga dijawab marah tapi mesem-mesem kan. Akhirnya saya fokus ke sounding supaya mau pup di kamar mandi.

Me      : "Kaka, nanti pupnya mau di bawah (dekat pembuangan air) atau di atas (di WC)?"
Fatih    : "Mau di atas aja, nanti kaka pup di atas aja mama."
Me       : "Bener yaa, bilang ke mama kalau mau pup ya. Nanti pupnya di kamar mandi."

Hening sejenak, eh tiba-tiba anaknya bilang, "Mama maaf, kaka pup di celana." Terus minta salim, wkwkwk. Saya cuma jawab iya, tar salimnya ya kan lagi nyebokin 😂

Setelah selesai bersih-bersih doi pun minta makan dan mau makan sendiri. Yasudah lah, sambil hati waswas makanan tumpah padahal 🙈 Akhirnya saya cuma bilang, "Ka, mangkoknya deketin ke kaka biar gak tumpah ya." Selesai~ Selanjutnya saya cuma nontonin doi makan 😂


Duh saya seneng nih kalau anaknya nurut begini 😍 Pake muji-muji makanannya enak segala, hahaha.

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.