Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

Evaluasi dan Solusi

Satu minggu sudah terlewati, diskusi kedua di kelas Revowriter akan segera dimulai. Tentu ada rasa penasaran materi apa yang akan disampaikan hari ini. Ternyata, diskusi dibuka dengan beberapa pertanyaan yang bersifat evaluasi atas tugas pertama dan kedua yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Kendala-kendala saat menulis yang dirangkum oleh Mba Asri mewakili apa yang ada di kepala 30-an orang dalam grup. Hal-hal yang dirasa menjadi sebuah masalah bagi kami, dijabarkan solusinya satu per satu yang intinya, "No excuses! Keep writing!" Bagaimana agar kita bisa terus menulis? Kuncinya ada di ide dan kata Mba Asri, ide itu ada dimana saja. Jadi,  mulai dengan peka dan kritis terhadap sekitar kita. Siapa tahu bisa dibuat jadi konten 😏  Materi tentang ide jadi refleksi juga untuk saya. Ketika curhat, saya bisa menulis panjang lebar tanpa memikirkan diksi, struktur, bagus atau tidak hasil akhirnya. Pokoknya, yang terpenting adalah unek-unek saya tersampaikan. Sedan...

Redefining Menulis

Oleh: Dena Ambar Sary Felix Siauw, Asma Nadia, Andrea Hirata, A Fuadi, Tere Liye, Pipit Senja, Dee Lestari, dan Nasrudin Joha. Nama-nama tersebut muncul ketika pertanyaan "Siapa nama penulis yang kalian kenal?" dilontarkan di dalam kelas hari itu. Kenapa nama-nama tersebut yang muncul? Menurut cikgu Asri, kita menyebut seseorang itu penulis karena mereka orang yang menerbitkan buku atau novel, menggunakan bahasa sastra yang indah tingkat tinggi, fokus kerja di bidang kepenulisan, dan terkenal karena tulisannya best seller atau viral. Betulkah? Setelah berpikir ulang, ternyata memang itulah mindset yang tertanam dalam diri saya. Penulis itu yang tulisannya diamini banyak orang. Inilah yang membatasi ruang gerak dan berpikir saya dalam menulis. Standar sebuah tulisan yang bagus itu yang banyak dibagikan, banyak orang yang setuju, dan bahasanya indah. Pokoknya seperti karya nama-nama yang disebutkan di atas. Hasilnya, jangankan menulis panjang, mengemukakan opini sendiri ...

Belajar untuk Menulis

Bergabung dengan Revowriter sama dengan menjatuhkan pilihan dimana saya akan tumbuh untuk mengembangkan diri. Diskusi pertama pada 9 Desember malam menjadi titik awal bagi saya juga peserta lain untuk mengosongkan diri, menghilangkan stigma bahwa menulis itu harus bagus seperti penulis-penulis terkenal. Menulislah, walau hanya sejelek-jeleknya. -Asri Supatmiati Seperti bibit bunga yang ingin tumbuh, tentu harus ditanam di media yang tepat dan dirawat sesuai dengan jenisnya. Begitulah berada di komunitas ini, saya dan teman-teman mulai "dirawat", diajak untuk mulai menulis. Pun berada disini saya tidak merasa sendiri, saya menemukan teman-teman yang sama-sama ingin menebarkan manfaat juga kebenaran melalui tulisan. Semangat mereka menjadi motivasi lebih untuk saya menulis. Tugas pertama dan kedua saja yang deadline nya masih lama sudah banyak yang mengerjakan 😄 Bismillah . Semoga bisa istikamah, ya. Semangat! -Dena Ambar Sary- #PR1kelasbasic #revowriter20 #kel...

Game Level 8 - Cerdas Finansial (15)

Bismillah.. Setelah sekian lama, akhirnya kami berencana mudik ke Bandung, yay! Cuma dua hari sih, tapi ya seenggaknya bakalan ngerasain cuaca dingin setelah sekian lama menikmati kegersangan kota Karawang 😂 Saya sounding Fatih kalau besok (hari Jum'at) kami akan ke Bandung, ke rumah Enin dan ke rumah Umi. Gunanya ya biar Fatih mudah diarahkan dan tahu apa saja yang akan kami lakukan agar tidak rewel atau malah minta ini itu nantinya. Respon Fatih saat dibilang akan ke Bandung adalah: "Yeee kaka mau ke Bandung! Ke rumah Enin, terus ke rumah Umi. Terus nanti kaka ke Borma! Jajan yang baaaaanyak banget!" 😂😂😂 Waktu saya cerita ini ke papanya, papanya cuma bilang, "Mungkin disini mah suka kita batasin beli ini itunya." Ya iya sih 😅 Beda kalau sama Enin atau Umi, mau apa aja dijabanin. Dikasih satu, terus Fatih pingin lebih, ya tinggal nambah. Beda sama mama papanya disini yang saklek. Pingin A sekarang juga, ya dikejar buat beli. Namanya juga c...

Game Level 8 - Cerdas Finansial (14)

Bismillah.. Alhamdulillah hari ini Karawang diguyur hujan. Penantian yang cukup lama ya setelah sebelum-sebelumnya diPHPin suara geludugnya doang. Hujannya cukup lama, sampai saya menulis ini pukul 22:26, masih gerimis dan suami masih belum pulang juga. Fatih seperti biasa, tunggu papa pulang baru anaknya mau tidur. Belum jam 12 mah doi masih tahan buat nunggu papanya. Ya namanya kerja di bidang kelistrikan, katanya gangguan lebih sering kejadian pas musim hujan. Sama kaya hari ini, suami belum bisa pulang karena ada gangguan di pelanggan. Sedari awal hujan turun, Fatih kepikiran sama Papanya. "Mama, papa udah pulang belum?" "Belum, Ka. Masih kerja, nanti pulangnya malem." "Papa pulangnya kasian, hujan. Gimana atuh?" 😂😂😂 "Ya nanti papa tunggu hujannya berhenti kalau gitu." "Papa jangan kerja atuh. Kan hujan, pulangnya lama lama lama." "Kan kalau papa kerja nanti dapet cicis." "Kan cicisnya...

Game Level 8 - Cerdas Finansial (13)

Bismillah.. Gak kerasa udah hari ke-13. Fatih beberapa hari ini lagi susah banget buat makan apalagi makan nasi. Lahapnya ngemil makanan tertentu, terutama makan French Fries waktu kami ke Steak J*ngkok. Hari ini saya dan Fatih pun masak-masakan, masak bikin agar-agar dan juga olahan kentang. Biar anaknya terlibat dan semangat gitu makannya. Tadinya, kepikiran untuk beli kentang goreng mentah kiloan di supermarket yang lagi diskon pas akhir pekan. Tapi suami sempet ngajak ke pasar yang ada langganan saya. Jadilah saya beli aja kentang mentahnya dan baru dieksekusi hari ini 😂 "Kan lebih hemat kalau bikin sendiri," gitu kata suami. Fatih pun seakan mengamini pas saya ajak untuk buat kentang goreng, doi mikirnya beli kentang goreng di tempat makan steak. "Tapi kalau kaka beli lagi, mahal mama." Ealaaah ya kalau keseringan emang tekor juga ya, ehehe. Jadilah kami bikin kentang goreng, stik kentang keju, dan juga es jelly sedot. Iya sih, setelah dip...

Game Level 8 - Cerdas Finansial (12)

Bismillah.. Hari ini banyak acara tidak terduga. Saya yang ke bank sendiri selama kurang lebih 3 jam, pulang-pulang dapat laporan Fatih nangis nyariin saya 😂 Maklum perginya juga pas Fatih tidur, hehe. Ba'da maghrib papanya Fatih mendadak ngajak ke dokter gigi untuk scalling sekaligus cek gusinya yang belakangan ini sering sakit. Setelah cari-cari dokter, akhirnya kami memutuskan ke RS Mandaya. Dalam keadaan belum pada makan, kami cuss langsung pergi kesana. Biasanya, kalau ke RS Mandaya pas saya kontrol kandungan, Fatih itu sering jajan ke Ind*maret. Yang pasti beli susu atau ciki. Tadi, pas sampai di Mandaya dan papanya mulai salatri, suami mau makan roti tapi gak ada minumnya. Galau kalau ke minimarket pasti Fatih jajan. Jadilah kami negosiasi di tempat, lebih tepatnya sih menegaskan ke Fatih kalau doi gak boleh jajan. Surprisingly,  Fatih mengiyakan dan hanya sesekali menengok papanya yang lagi ke minimarket. Balik dari minimarket papa Fatih beli air miner...

Game Level 8 - Cerdas Finansial (11)

Bismillah.. Hola Minggu~ Akhirnya hari ini kami pergi renang jugaaa~ Berhubung malemnya pada tidur malem, jadilah beres-beres rumah agak siangan dan berangkat renang pun jadi molor satu jam dari yang direncanakan. Sambil nunggu saya beres-beres, Fatih siap-siap sama papanya. Daaaaan bangun tidur doi terus minum susu dua biji, wadoooh! Padahal biasanya satu-satu diminumnya. Yasudahlah ya.. Lalu kamipun berenang~ Sesuai janjinya, Fatih maunya berenang, ya berenang. Cuma jajan nasi goreng karena emang gak pada sarapan dan laper juga abis renang. Sepulang dari renang kami ke Alf*mart karena saya perlu beli beberapa bahan dapur. Lupaaa gak dijanjiin Fatihnya jadilah doi beli Kokocr*nch. Sampai di rumah Fatih makan jajanannya, abis itu pingin pake susu. Ehh, padahal jatah susunya habis. Cuma dipikir-pikir kasian juga ya makannya ditambul gitu aja 😂 Yaudah deh saya kasih asal besok minum susunya jadi satu aja. Duh ini salah banget sih ngajarin begini, h...