Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (13)

Bismillah..


Gak kerasa udah hari ke-13. Fatih beberapa hari ini lagi susah banget buat makan apalagi makan nasi. Lahapnya ngemil makanan tertentu, terutama makan French Fries waktu kami ke Steak J*ngkok. Hari ini saya dan Fatih pun masak-masakan, masak bikin agar-agar dan juga olahan kentang. Biar anaknya terlibat dan semangat gitu makannya.

Tadinya, kepikiran untuk beli kentang goreng mentah kiloan di supermarket yang lagi diskon pas akhir pekan. Tapi suami sempet ngajak ke pasar yang ada langganan saya. Jadilah saya beli aja kentang mentahnya dan baru dieksekusi hari ini 😂 "Kan lebih hemat kalau bikin sendiri," gitu kata suami. Fatih pun seakan mengamini pas saya ajak untuk buat kentang goreng, doi mikirnya beli kentang goreng di tempat makan steak. "Tapi kalau kaka beli lagi, mahal mama." Ealaaah ya kalau keseringan emang tekor juga ya, ehehe. Jadilah kami bikin kentang goreng, stik kentang keju, dan juga es jelly sedot.


Iya sih, setelah dipikir-pikir, dengan jadinya sebegini banyak emang lebih hemat bikin sendiri. Fatih pun sebetulnya lahap-lahap aja makan bikinan sendiri gini. Cuma kadang sayanya aja ya yang masih sering ngandelin beli, apalagi kalau udah akhir pekan ada suami di rumah. Rasanya suka pingin ikut lenyeh-lenyeh atau kalaupun beres-beres ya beres-beres rumah, bukan masak. Ohoho~

Hal ini emang lumayan berpengaruh sama pengeluaran keluarga. Ya kalau begini mah mamaknya yang enggak cerdas finansialnya ya 😂 Sebetulnya, saya juga sudah coba untuk mengatur keuangan, misalnya mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan aplikasi Money Lover. Tapi........seperti yang terlihat, ini sebagian daftar dompet di aplikasi tersebut 🙈


Iya, gak pernah beres nyatetnya 😂 Ujung-ujungnya uangnya udah habis, perintilannya gak kecatet. Bikin lagi dompet baru 🙈 Gitu aja terooos~

Saat saya coba menanamkan Fatih untuk bijak dalam mengelola keinginan, kebutuhan, dan pemahamannya mengenai rezeki, eh ternyata masih banyak yang harus diupgrade dari diri saya sendiri di urusan ini. Dengan bantuan aplikasi ini sebetulnya bisa dievaluasi kebanyakan pengeluaran itu dimana. Dan setelah di cek-cek hampir kesemuanya banyak di bagian belanja dan makanan 🙊 Jadi, kapan berubah?

#hari13
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.