Satu minggu sudah terlewati, diskusi kedua di kelas Revowriter akan segera dimulai. Tentu ada rasa penasaran materi apa yang akan disampaikan hari ini. Ternyata, diskusi dibuka dengan beberapa pertanyaan yang bersifat evaluasi atas tugas pertama dan kedua yang diberikan pada pertemuan sebelumnya.
Kendala-kendala saat menulis yang dirangkum oleh Mba Asri mewakili apa yang ada di kepala 30-an orang dalam grup. Hal-hal yang dirasa menjadi sebuah masalah bagi kami, dijabarkan solusinya satu per satu yang intinya, "No excuses! Keep writing!"
Bagaimana agar kita bisa terus menulis? Kuncinya ada di ide dan kata Mba Asri, ide itu ada dimana saja. Jadi, mulai dengan peka dan kritis terhadap sekitar kita. Siapa tahu bisa dibuat jadi konten 😏
Materi tentang ide jadi refleksi juga untuk saya. Ketika curhat, saya bisa menulis panjang lebar tanpa memikirkan diksi, struktur, bagus atau tidak hasil akhirnya. Pokoknya, yang terpenting adalah unek-unek saya tersampaikan. Sedangkan ketika ingin menyumbangkan sebuah opini, kok malah bingung ya? 😂 Oh, ternyata sayanya saja yang kurang peka dan kritis terhadap suatu isu. Kalau isu pribadi rasanya sudah tahu dan menguasai, jadi ditulispun mengalir begitu saja. Kalau untuk sudut pandang yang lebih luas, saya harus lebih membuka mata, membuka hati, memasang telinga, dan melatih lisan lagi. Dengan begitu, sumber-sumber ide yang ada di sekitar akan lebih mudah untuk ditangkap dan dituangkan dalam tulisan.
Jadi, semangat menangkap ide!
-Dena Ambar Sary-
#PR3KelasBasic
#Revowriter20
#KelasMenulisOnlineJadi, semangat menangkap ide!
-Dena Ambar Sary-
#PR3KelasBasic
#Revowriter20
Comments
Post a Comment