Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Tahap Pertama: Tamat

Setelah mengikuti perkuliahan online di Institut Ibu Profesional selama Juli hingga Oktober ini, total sudah 9 NHW yang saya kerjain. Lalu, setelah selesai tidak ada materi dan selama dua minggu ke depan agendanya Class Meeting Student Exchange, saya mutusin untuk take down semua NHW saya di blog. Malu buuu~ ingin direvisi dulu, hihi. Ternyata tiga bulan kuliah online itu gak kerasa, tau-tau udah selesai, tinggal nunggu pengumuman kelulusan. Terus untuk ilmunya? banyaaaaak banget. Tinggal dari kitanya aja bisa dan mau ngeaplikasiinnya atau gak. Yangg paling berasa buat saya itu lebih ke dealing with yourself, knowing your own capacity, knowing your limit. Saya yang sebelumnya sering banget ngerasa cape karena tugas IRT yang bejibun, akhirnya sekarang bisa bobo siang dengan nikmat atau melakukan hal lain selain kerjaan IRT. Dulu yang sering kejar setoran urusan domestik, sekarang lebih tau ritme dan waktu untuk kapan saya harus berhenti. Intinya sih, ya lebih ke kontrol diri lah ya...

Catatan Keuangan

Waktu kecil, saya sering lihat mama menulis dengan tekun setiap malam. Akhirnya karena kepo nanya juga ke mama, nulis apa sih? Ternyata isinya semacam catatan pengeluaran pada hari itu. Kalau ditanya emang sering ya nulis-nulis begitu, ya mama tiap malem emang begitu aktivitasnya. Mungkin nanti bisa dilihat kompilasi bukunya dari edisi 1 sampai tak terhingga 😂 Kebiasaan mama ini kalau gak salah sih dimulai waktu mama sama bapa LDR-an gitu. Bapa kerja di Jakarta dan pulang seminggu sekali (Ya ampun kebayang ya capenya, si gue aja sekarang yang ada Cipularang suka cape gitu bulak balik Bdg-Krw seminggu sekali, apalagi jaman dolo belum ada tol). Jadi, katanya biar tahu uang abis berapa perbulannya dan bisi bapa nanyain uangnya dipake apa aja. Meskipun in the end he never asked and even took a look at her journal.  Ya katanya sih ngapain juga ditulis cape-cape. Toh bapa percaya mama bisa manage uang biar cukup buat 5 anaknya. Kalau kurang tinggal minta lagi. Ya tapi hal itu g ngu...

Dibuang Sayang: Ingin Bergelar Apakah Kita?

Begitu banyak pilihan yang ditawarkan untuk perempuan dalam Islam, tinggal kitanya, mau memilih jalan yang mana? Sebut saja Aisyah ra, istri Rasulullah SAW, yang cerdas, memiliki ingatan yang kuat, memiliki kelebihan di beberapa bidang ilmu, juga menjadi guru bagi sahabat-sahabat Rasul hingga akhirnya setelah selesai singgah di dunia ini beliau bergelar  ummul mukminin . Atau ada juga Nusaibah binti Ka’ab atau Ummu Imarah, seorang perempuan yang juga bergelar sebagai  mujahidah  yang paling banyak berperang bersama Rasulullah. Dan mereka adalah sebagian kecil dari perempuan-perempuan tangguh yang kisahnya tidak hanya menunjukkan bahwa mereka bukan hanya seorang ibu rumah tangga yang tetap menjalankan kewajibannya di rumah, tapi mereka juga tampil di ranah publik. Tidak dipungkiri pada zaman sekarang ada pula sosok-sosok wanita kuat yang harus menafkahi keluarga karena menjadi  single parent,  atau mereka yang rela melayani umat karena pada ranah tertentu ke...

Google Classroom 1.1

Saya kira, saya tidak akan bergulat lagi dengan e-learning . Ternyata, ketemu lagi doooong meskipun udah jadi ibu-ibu begini 😂 Awal enroll  kelas rasanya kaya balik lagi ke jaman kerja dulu ngurusin Moodle, tampilannya gak menarik #ups. Begitu muncul tugas eeeh jadi inget mata kuliah e-learning Functional Grammar dulu. Ngerjain tugasnya udah kaya balap-balapan terus sambil ngomongin tugasnya di grup kelas. Bedanya yang ini ga ada betul salahnya, hihi. Ternyata IIP pakai Google Classroom untuk "perkuliahannya." Platform nya mirip-mirip sama yang pernah dipakai dulu, sekarang fiturnya pasti lebih lengkap. Hari ini masih latihan untuk pakai GCnya, daaaan seru aja sih lihat temen-temen antusias, cepet-cepet ngumpulin tugas, terus saling meyakinkan buat yang ragu tugasnya udah ke submit apa belum. Pas praktek ini juga udah berasa akrabnya, saling bantu ketika ada yang kebingungan, ada yang katanya gaptek, ada yang salah input, tapi semuanya saling kasih saran dan solusi supa...

Rezeki

Sering banget denger " Allah tidak memberikan apa yang kita minta, tapi apa yang kita butuhkan." Butuh waktu lama, sampai akhirnya sadar arti dari kalimat tersebut.  Ceritanya, tadi pas lagi motong-motong sayuran buat makan malem tiba-tiba kepikiran hal beginian. Ko dulu aku bisa dapet ranking ya, ko bisa ikutan lomba ya, ko bisa dapet beasiswa ya, dan ko ko ko lainnya dan berujung pada tatapan kosong ke sayuran yang hampir beres dipotongin #cailaaa Terus tiba-tiba flash back sama kejadian-kejadian dulu. Intinya, aku ngerasa malu banget ko dulu songong ya :( Maksudnya, just because I've been there, it doesn't mean gue lebih baik daripada lo yang belum pada ngalamin yee. Ya gitu-gitu lah, astagfirulloh hamba banyak dosa ya Allah :( Padahal, kalau dirunut lagi ke jaman dulu, I shouldn't be over-proud of myself. Dengan dikasih kemudahan dalam menyerap pelajaran, public speaking, dll, itu adalah caranya Allah untuk membukakan pintu rezeki aku. Ketika...

Relationship

Kalau di The Sims, ada satu bar yang dilabeli "Social" sebagai indikator kebutuhan Sim kita untuk berinteraksi dengan Sim yang lainnya. Social ini juga tidak hanya mengenai kebutuhan dasar Sim, tapi juga menjadi prasyarat ketika kita mau promosi pekerjaan. http://thesims4blogger.com/post/93995653122/the-sims-4-in-depth-live-mode-preview/amp Hal yang mungkin terjadi ketika indikator Social Sim kita penuh adalah kita jadi memiliki sahabat, kadang ada juga other Sim yang sering dateng ke rumah. Either dateng doang atau malah bawa tentengan, nyam~ Diundang ke party sana sini, pulang kerja bawa temen, sering dapet telepon, yaaa semacam anak gaul lah. Sebaliknya, ketika indikator bar Social Simnya jelek, Sim bakalan ujug-ujug nangis meratapi betapa dia kesepian sambil keluar cloud butuh ngobrol atau bersosialisasi. Semacam depresi. The Sims ini sedikit banyaknya emang jadi cerminan kehidupan kita (terlepas dari kita ngeklik topik chat yang sama ampe berbu...

Ke Masjid

Jadi, Fatih udah tahu adzan, kalau udah adzan harus ngapain, dan harus kemana. Hari ini lagi di rumah mamah(ku), masjid di deket situ gede trus kesananya lewatin jalan kecil. Pas dzuhur Fatih pingin ikut ke masjid sama papahnya. Aku sebagai peyempuan sholatnya di rumah sajaaa~ Nah akhirnya si dua jagoan ini pulang. Tiba-tiba papahnya bilang, "Fatih gih peluk Mamah." Daaaaaaaan jeng jeng jeng jeng~ Baju ma celananya Fatih BASAH! Lalu laporan lah papahnya, bilang katanya awalnya Fatih ikut shalat, yaa rakaat pertama ama kedua itu masih kedengeran suaranya di belakang. Masuk rakaat ketiga sama keempat sepi. Akhirnya beres shalat cabs lah dia cari-cari Fatih di dalem masjid dan gak ada. Di samping masjid gak ada juga, sampai akhirnya ke belakang masjid dan ada anak kecil bilang "Itu dedenya main air." Duaaaar~ Si anak dengan wajah tanpa dosanya keluar dari tempat wudhu dalam keadaan basah. Entah deh gak tau basah karena kran air atau gimana. Akhirnya ...

Mengapa Saya Islam?

Setelah hampir 25 tahun mengaku beragama Islam, sampailah saya pada pertanyaan “Kenapa saya memilih beragama Islam?” Selama hampir 25 tahun itu, saya beragama Islam. Saya shalat, puasa, tidak memakan makanan yang haram, saya sudah berhijab, dan saya dengan yakin merasa bahwa saya beragama Islam. Di lain sisi, saya pacaran, saya berhijab belum sesuai syariat, saya terlibat riba, saya tidak menjaga jarak dengan yang bukan mahram, dan saya masih merasa yakin bahwa saya beragama Islam.  Pada suatu hari, suami saya memberikan video Ustadz Weemar Aditya ( https://www.youtube.com/watch?v=7FUC-87ZeAw ) mengenai Mengapa Aku Memilih Islam. 5W+1H dipertanyakan pada video tersebut. What, When, Where, Who, Why, dan How . Dengan berbekal pengetahuan agama dari keluarga, guru ngaji, lingkungan, sekolah, dan lainnya, kita mungkin bisa menjawab apa itu Islam? Kapan Islam itu ada? Darimana Islam itu berasal? Siapa yang membawa Islam? Bagaimana menjalankan Islam? Tapi, ketika ditanya kenapa ha...

Hari Kebalikan

Sombong. Saya dulu sombong. Dengan segala nikmat dan kelebihan yang Allah kasih, saya masih berani sombong. Dan saya malu jika mengingat-ingat masa lalu. Ya Allah, betapa sombongnya saya saat itu. Saya merasa begitu besar, karena apa yang Allah titipkan membuat saya merasa lebih besar dari orang lain, minimal saya sejajar dengan orang-orang "terkemuka." Merasa bahagia, karena orang lain bangga pada saya, membuat saya merasa saya ini berharga. Saya tidak diremehkan. Allah maha membolak-balikkan hati. Dan hari kebalikan itupun terjadi. Hari dimana saya tidak berani sombong. Hari dimana saya merasa kecil. Hari dimana saya merasa tidak ada hal yang dapat dibanggakan dari saya. Dimana saya merasa begitu kecil dan dikelilingi oleh orang-orang yang besar. Dimana saya merasa saya ada jauh di belakang orang-orang yang sebelumnya ada bersama-sama berdampingan dengan saya. Tidak ada yang dapat saya banggakan, dan tidak ada yang membanggakan saya. Say...

Etiqutte

Basically, living in this planet means that we get accustomed to some basic rules standing on society. (smirk) In fact, some people may not be accustomed to those basic manners, as exemplified by those women on earth who text men at late hours and keep texting close to midnight, perhaps? Just to tell him what's going on to her recently, saying, "academic affairs." I'm saying that, what happen to you girls, it doesn't matter to him, it has no effect on him, in other words, it's not his business.  Or, are you looking for solution? Or, is it so important to let him know?  Or, is he that important so you tell him about your problem? Dunno. For those men who receive the talk, are you letting others know what you are doing? Or do you keep silent and hide it even just for a peek? I remember about a couple of lovebirds who often text 'til midnight or even past midnight. They may not such those lovebirds, but are they that close? Is it OK? ...

What I Miss

9 Maret 2018 23:52 Masih harus bangun setelah beres-beres barang bawaan untuk acara gathering besok. Masih bangun karena masih harus back up semua foto di HP biar besok piknik HP siap dipakai jepret sana jepret sini, ho ho ho~ Selama nunggu proses back up yang lumayan nyita waktu, saya buka-buka folder foto saya waktu ikut program pertukaran ke Kanada 2014 lalu. Sudah mau empat tahun loh yaa. Ternyata, dengan membuka foto-foto lama itu menyuat-nyuat hati ya. Seketika semua memori yang terjadi saat itu muncul lagi. Baunya, cuacanya, perasaannya, I really wanna go back there. I loved my jobs. I really loved them. I loved working with kids, even though they were in primary school or kindergarten, I loved how they acted as my friend instead of being their tutor. We had almost the same height, some of them were even taller than me. I loved how I had to prepare the lesson, make up the table, tidy up the rooms, and play at the gym with them. I really loved story telli...

Pengakuan Dosa

8 Maret 2018 Menu makan siang kali ini ayam penyet, tahu, kangkung. Untuk suami ayamnya dikasih sambal, untuk Alfatih makan ayamnya aja. Masak kangkung kali ini bener-bener di luar ekspektasi. Selain jenis kangkung yang dibeli emang beda dari biasanya, rasanya juga gak jelas kemana-mana. Kangkung yang biasa dibeli itu kangkung yang tinggi, mau darat ataupun air. Nah ini ditawarin ama ibu-ibu langganan kangkungnya pendek, buntet, warnanya lebih tua, kecil-kecil gitu. Ya tak kirain sama aja ya, tapi ternyata alottttttttttttt dan rasanya mau digodok berapa lamapun masih berasa mentah gitu. Suami gak saya kasih kangkungnya, biar aku saja 😂Meskipun akhirnya gak mau ngicip juga saking anehnya rasa kangkung itu 😋 Ceritanya selesailah dia makan siang, terus balik ke kantor. Giliran anakku yang disuapin makan. Alhamdulillah banyak dan sampai selesai.  Setelah beres nyuapin anak, saya ke kamar mandi bentar. Gak lama ternyata anak ngikutin ke kamar mandi ngedorong pint...

Biar Aku Saja

Jangan rindu. Berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja. Familiar dengan kutipannya? Saking kreatifnya netizen Indonesia, gombalan di atas berhasil jadi hits dalam berbagai versi. You may google it, LOL. Terlepas dari gombalan yang diucapkan oleh Iqbal ganteng  yang masih dimabuk romansa cinta SMA dan belum sibuk nyari nafkah, bantu istri, main sama anak , kalimat ini bakalan bikin mesem-mesem manjah dan membuat hati berbunga-bunga. Tapi itu semua hanyalah kesenangan yang semu~ Pada praktiknya, "Biar aku saja" yang lebih berfaedah di dunia nyata itu lebih berat dari sekedar rindu. Pun, lebih banyak pengaruhnya dalam hubungan pernikahan, bukan pacaran. Karena: Jangan pacaran. Dosanya berat. Tahan diri atau nikah aja. Kalau "Biar aku saja" ini diaplikasiin di kehidupan rumah tangga, jadinya bakalan begini: Jangan berhenti makannya, lanjutin aja. Yang nyebokin anak, biar aku saja Jangan sungkan pilih makanan yang kamu mau, nanti kamu gak kenyang. Ur...

Make People Happy 101

Kalau kata Terry sih, "Lidah tidak bertulang, ucapan cinta mengiris kalbu~"