Skip to main content

Relationship

Kalau di The Sims, ada satu bar yang dilabeli "Social" sebagai indikator kebutuhan Sim kita untuk berinteraksi dengan Sim yang lainnya. Social ini juga tidak hanya mengenai kebutuhan dasar Sim, tapi juga menjadi prasyarat ketika kita mau promosi pekerjaan.

http://thesims4blogger.com/post/93995653122/the-sims-4-in-depth-live-mode-preview/amp

Hal yang mungkin terjadi ketika indikator Social Sim kita penuh adalah kita jadi memiliki sahabat, kadang ada juga other Sim yang sering dateng ke rumah. Either dateng doang atau malah bawa tentengan, nyam~ Diundang ke party sana sini, pulang kerja bawa temen, sering dapet telepon, yaaa semacam anak gaul lah.

Sebaliknya, ketika indikator bar Social Simnya jelek, Sim bakalan ujug-ujug nangis meratapi betapa dia kesepian sambil keluar cloud butuh ngobrol atau bersosialisasi. Semacam depresi.

The Sims ini sedikit banyaknya emang jadi cerminan kehidupan kita (terlepas dari kita ngeklik topik chat yang sama ampe berbusa eh ternyata Sim kita bisa kawin ama Sim lain, wkwkwk). 

http://barcalounger.tumblr.com/page/2

Bagaimana kita butuh yang namanya bersosialisasi. Meskipun mungkin gak intens dengan orang-orang tertentu, tapi asal say hi atau chit chat sama orang random juga udah bisa nambah bar Social kita. Sebaliknya, ketika kita menutup diri dan jauh dari orang-orang, kebutuhan akan bersosialisasi ini yang bikin Sim jadi bermasalah, ngelambai-lambai ke kita minta diobrolin sama Sim lain 😈

Selain kebutuhan bersosialisasi, ternyata intensitas kita berinteraksi dengan orang lain juga digambarin di game ini. Respon kita terhadap orang lain dinilai dalam bentuk skor. Let's say, kalau kita nyambung ngobrol sama orang itu, poin pertemanan ini bisa naik sampai 100. Dari asalnya Acquaintance, Friend, Good Friend, Best Friend, dan lupa lagi. Atau ada juga masuk ke romantic interest. Itu kalau respon kita atau respon Sim lainnya positif, kalau negatif bisa-bisa poinnya negatif dan akhirnya jadi Enemy.

http://www.gamersheroes.com/game-guides/increase-friendship-relationships-sims-mobile/

Hal yang sama juga ada di dunia nyata. Naik turunnya poin relationship ini dipengaruhi juga sama intensitas kita berinteraksi. Bisa jadi, ketika kita berinteraksi terus menerus dengan teman kuliah kita, misalnya, poin mereka jadi tinggi di kita dan bahkan levelnya sampe ke Best Friend. Setelah lulus, intensitas kita ketemu, ngobrol, chatting, atau bahkan sekedar ngeDM komen stories IG kita jadi minim banget. Hal ini ngaruh sama poin relationshipnya, sama-sama turun dari yang asalnya Best Friend jadi Acquaintance saking udah g pernah kontak lagi. Awkward dan kita mulai dari nol ya~

Yaa intinya sih, silaturahim lah ya.
Selain kebutuhan bersosialisasi ataupun bikin network, ternyata poin relationship itu memang perlu dijaga. Parah-parah ternyata semua orang yang kita kenal dari dulu bahkan statusnya Best Friend, sekarang jadi Acquaintances semua.

PS: Kangen main game ini :")
dan kangen bersosialisasi dengan yang pernah jadi Friend, Good Friend, Best Friend.

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.