Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2024

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Prioritas

Burn out. Istilah zaman sekarang katanya sih itu. Rasanya jadi seorang perempuan, banyak tuntutan. Kewajibannya bejibun. Kalau terjadi sesuatu, pasti kesalahan istri/ibu. Anak salah seragam, salah ibu. Kan tugas ibu untuk memantau anaknya. Pengeluaran membengkak karena sering beli makanan, salah kita lagi. Kan udah tugasnya untuk masak. Jadi, dalam satu hari dari buka mata sampai tutup mata list kerjaannya sudah menanti. Kadang, ada hal yang sebetulnya bisa dikerjakan anggota keluarga lain, tapi tetap dibebankan pada si perempuan. Kalau gak sempat dikerjakan, ya udah pasti yang disalahkan perempuan. Selalu disinggung menentukan skala prioritas, yang pada akhirnya disadari bahwa dirinya sendiri sudah tidak ada di top list priority. Untuk makan terutama makan pagi dan malam saja sering diskip karena memprioritaskan yang lain. Pun begitu, masih saja ada yang berkomentar loh kok jam segini baru makan? Kok jam segini baru mandi? Kok begini? Kok begitu? Harusnya begini dong, bukan begitu. Ko...