Sombong. Saya dulu sombong. Dengan segala nikmat dan kelebihan yang Allah kasih, saya masih berani sombong. Dan saya malu jika mengingat-ingat masa lalu. Ya Allah, betapa sombongnya saya saat itu. Saya merasa begitu besar, karena apa yang Allah titipkan membuat saya merasa lebih besar dari orang lain, minimal saya sejajar dengan orang-orang "terkemuka." Merasa bahagia, karena orang lain bangga pada saya, membuat saya merasa saya ini berharga. Saya tidak diremehkan. Allah maha membolak-balikkan hati. Dan hari kebalikan itupun terjadi. Hari dimana saya tidak berani sombong. Hari dimana saya merasa kecil. Hari dimana saya merasa tidak ada hal yang dapat dibanggakan dari saya. Dimana saya merasa begitu kecil dan dikelilingi oleh orang-orang yang besar. Dimana saya merasa saya ada jauh di belakang orang-orang yang sebelumnya ada bersama-sama berdampingan dengan saya. Tidak ada yang dapat saya banggakan, dan tidak ada yang membanggakan saya. Say...
Ketika kamu ada di persimpangan jalan, jalan mana yang akan kamu pilih?