Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

You..

kamu tahu indahnya bintang di langit?, ya, pasti ada senyum ketika melihatnya, tapi ketika senyum itu seolah tak henti, tahukah kamu pada saat apa itu terjadi?, ketika ku bersyukur dapat mengenalmu :) keindahan yg melebihi penciptaan semesta angkasa, that is you ku berharap kamu menjadi perhiasan terbaik yg kumiliki di dunia, lebih dari keindahan apapun, yg akan membawaku menuju surga dan ridho Nya ini yg bisa a beri di hari lahir kamu. do'a untuk kamu, untuk kita. :) ingin ada di dekatmu sebetulnya, jadi anak yg sholehah yaa :) @handibagja Handi Subagja, 27 Desember 2012

Wow Berkepala 2 :O

Umur ya..hmm, umur saya sudah bertambah lagi tahun ini, sekarang jadi berkepala 2 loh !! #terooos kinda weird ..ya mungkin karena lingkungan yang rata-rata masih berusia belasan dan juga kelahiran 93..jadi saya yang mengalami kepala 2 ini merasa dihebohkan dengan transisi angka tersebut. Tualah, kepala 2 lah, ya padahal apa sih, udah 20 juga saya masih tetep pendek dan mungil gini aja .____. yang pasti, 20 ini bukan sesuatu yang harus dihebohkan..justru saya harus bersyukur, sudah 20 tahun saya menjadi khalifah di bumi ini..diberi kesempatan untuk mencicipi manis pahitnya hidup..sudah saatnya saya harus dewasa #tsaaah terima kasih untuk Ibunda tercinta yang pagi-pagi membangunkan dengan smsnya yang berisi ucapan ulang tahun..lalu menyapa dengan bercucuran air mata karena tidak ada kejutan ataupun makanan mewah untuk merayakan. Padahal itu juga mama lagi masak-masak. Alhamdulillah masih bisa makan masakan yang memang khusus untuk saya pagi itu :) Yak, karena saya...

Komentar itu memang benar

Ketika beberapa orang berkomentar: "alah baru segitu doang, nih aku mah bla bla bla bla..." "masa ga sempet sih buat bla bla bla bla..." "segitu mah g ada apa-apanya......" mungkin semua komentar itu benar :) mungkin memang saya yang terlalu cemen buat lakuin itu semua. mungkin memang mental saya yang masih mental tempe bubuk di campur kecap. mungkin memang fisik saya yang kurang olahraga yang bikin saya gampang cape dan mulai mengeluh. ya, dan mungkin banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya.. setiap orang memiliki hak untuk berkomentar semacam itu, saya juga punya hak untuk mencerna itu semua. dan mungkin semua komentar itu benar :) setiap orang memiliki perspektif yang berbeda-beda ketika menyikapi suatu hal. ya, hanya sekedar perspektif dari sudut pandang dan penilaian sudut mata orang itu sendiri. tapi apakah pernah orang-orang tersebut berada di posisi yang sama dengan saya? ketika orang berkomentar "Cape? ya ...

People's Judge?

Jika istilah " People's Judge " itu benar-benar ditelaah, yang namanya hidup ini dijamin tidak akan pernah tenang dan juga bahagia. Well even if selama kita mengikuti apa yang orang omongin dan mereka mendukung dan senang atas apa yang kita lakukan -berdasarkan apa yang telah mereka lontarkan pada kita- kita bisa ngerasa bahagia. Tapi ternyata semua itu cuma kesenangan yang sementara aja mengingat selanjutnya akan lebih banyak lagi People's Judge  yang menghujam dan disitulah kita mulai hilang pendirian dan hanya memperhatikan apa yang orang lain bicarakan. Mungkin awalnya biasa, tapi lama-lama hal tersebut mulai terasa membebani, terlebih jika kita malah mendapatkan cemoohan atau komentar miring..yah namanya juga People's Judge.

Could I?

Ketika waktu berjalan seiringan dengan dewasanya pikiranmu, saat itulah kau mengerti apa arti dari hidup ini. Ayah, jika bisa, aku benar-benar ingin menangis saat ini juga di pundakmu. Ayah, jika boleh jujur, aku lelah dengan semua ini. Ayah, jika mungkin, aku ingin engkau ada di dunia ini lagi. Ayah, jujur dari hati yang paling dalam, aku membutuhkanmu, disini. Aku butuh bahu yang mampu menjadi sandaranku ketika aku lelah menjalani semua ini. Aku butuh genggaman tangan yang kuat yang mampu menarikku berdiri ketika aku terjatuh. Aku butuh rangkulan yang menghangatkanku ketika menghadapi dinginnya keadaan yang begitu menusukku. Aku butuh sosokmu di sini. Aku, yang kau didik agar menjadi seseorang yang kuat, ada kalanya merasa rapuh dengan berbagai persoalan yang harus aku pecahkan. Dan aku membutuhkanmu, ayah.