Ketika waktu berjalan seiringan dengan dewasanya pikiranmu, saat itulah kau mengerti apa arti dari hidup ini.
Ayah, jika bisa, aku benar-benar ingin menangis saat ini juga di pundakmu.
Ayah, jika boleh jujur, aku lelah dengan semua ini.
Ayah, jika mungkin, aku ingin engkau ada di dunia ini lagi.
Ayah, jujur dari hati yang paling dalam, aku membutuhkanmu, disini.
Aku butuh bahu yang mampu menjadi sandaranku ketika aku lelah menjalani semua ini.
Aku butuh genggaman tangan yang kuat yang mampu menarikku berdiri ketika aku terjatuh.
Aku butuh rangkulan yang menghangatkanku ketika menghadapi dinginnya keadaan yang begitu menusukku.
Aku butuh sosokmu di sini.
Aku, yang kau didik agar menjadi seseorang yang kuat, ada kalanya merasa rapuh dengan berbagai persoalan yang harus aku pecahkan.
Dan aku membutuhkanmu, ayah.
Comments
Post a Comment