Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Redefining...

Hidup itu harus punya tujuan. Terbilang mungkin sejak sosok Ayah hilang, saya mulai mendefinisikan "Saya" dan "Tujuan". Waktu SMP, saya mendefinisikan diri sebagai "anak yang gak nyusahin orang tua" dan hal itu membentuk sebuah tujuan kalau saya gak boleh nyusahin mama, khususnya untuk biaya sekolah. Rezekinya dari Allah, saya bisa dapet beasiswa, jadi untuk urusan biaya gak nyusahin mama lagi kecuali kalau soal makan masih selalu dibekelin dan dimasakin.  Disini, definisi sebuah keluarga adalah memang keluarga kandung yang selalu saya prioritaskan. Karena definisi saya yang gak mau nyusahin orang tua, saya milih masuk SMK meskipun mama ngarepnya sih ada satu anaknya yang ke SMA (biayanya itu loooh). Saya cukup tahu diri kalau saya gak mungkin kuliah. Jadi mending SMK aja biar bisa langsung kerja dan jreeeeeeng, ditolak .____. Alhamdulillah Allah membantu saya karena tiba-tiba ada demo dan batas tinggi untuk seleksi masuk diturunin jadi 153cm aja :...

Somewhere Only I Know

"I'm getting old and I need something to rely on So tell me when you're gonna let me in I'm getting tired and I need somewhere to begin" They call it as "fair". Fair for something that I've got, but he haven't. Fair to make me down to raise him up. Fair to put me wrong to make him happy They blame on someone who deserves to be blamed, they say. No. I often am blamed for something that even stupid person know if I'm right. Just give in, they say. No. I can't. I'm too tired to give in. I've tried my best to live by myself, aleviate their burden. Can they just support me? I'm tired. I'm sick. Go out in the early morning, go back when it has been dark. That's the best thing I can do. That's the best thing to make them realize that my presence is valuable. At this moment, I do know that I need someone like you, father. I need someone to rely on. I need somewhere only I know.