Kenapa bisa? Yang namanya manusia, rasanya gak lengkap kalau tahu akibat tapi gak tahu sebabnya. Lihat asap, pasti dicari apinya. Udah gak keitung berapa macam respon dan ekspresi yang saya dan suami dapet ketika mereka tahu kalau saya hamil lagi. Yang menyamakan cuma satu, kekhawatiran. Khawatir karena jarak yang terlalu dekat, dalam artian nanti pasti repot ngurusnya. Kekhawatiran mereka itu lalu berujung pada satu pertanyaan yang sama: "Emang gak KB?" Awal-awal setiap ditanya begitu, pasti ada template jawaban yang sudah saya persiapkan. Sayangnya, jawaban saya tidak pernah memuaskan mereka yang bertanya. Akan selalu ada pertanyaan selanjutnya dan in the end it feels that they point their fingers to us, not to blame, but...hey you'd better to blablablabla. Lalu saya mulai jenuh. Jenuh dengan semua pertanyaan kok bisa dan kenapa gak KB yang seakan-akan ini adalah sebuah kesalahan dan bentuk keegoisan kami (saya khususnya). Saya bosan menjelaskan kenapa ini semua bisa t...
Ketika kamu ada di persimpangan jalan, jalan mana yang akan kamu pilih?