Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2020

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (8)

Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pemateri: Diny, Dwi, Ika Tanggal Diskusi: 27 Februari 2020 Q: Apa dampaknya jika ayah sudah ikut mendidik anak, tapi secara pribadi dia tidak bisa mencontohkan? A: Suami udah mau Terlibat itu bagus ✅ Tidak bisa mencontohkan? Contohnya apa? Ayah sudah mau terlibat sudah menjadi permulaan yang baik. Sudah ada niat. Dimana kalau sudah ada niat pasti ada jalan. Tinggal di support istri. Mulai dengan hal yang paling sederhana, kalau anak lak-laki diajak ke mesjid 1x aja per hari asal konsisten. Kalau anaknya perempuan bacakan cerita 15 menit aja (ini bisa buat anak laki-laki juga). Dampaknya? Sudah bagus sih suami mau terlibat 😙 Yang perlu diingat: Anak tak pandai mendengar tapi ia tak pernah salah meniru. Langkah awal, puji dulu suami buat meningkatkan sisi qowwam nya, nyamankan dulu suami, baru koreksi dengan beberapa persyaratan: Waktu yang tepat Tempat yang tepat Kalimat yang tepat, tidak menjatuhka...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (7)

Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pemateri: Ajeng Tanindya Apsari, Devi Herawati, Lenni Sugiarti, Resti Agustina Tanggal Diskusi: 26 Februari 2020 Masih banyak anggapan bahwa pendidikan anak itu tugas ibu, sementara ayah tidak diperlukan. Bahkan dunia psikologi pun mengabaikan pentingnya peran ayah. Hanya sedikit psikolog yang menghubungkan pengasuhan anak dengan ayah. Baru pada dekade 80-an,  penelitian tentang peran ayah mulai semakin banyak. Kini, semakin banyak ditemukan pentingnya peran ayah. Salah satu figur sentral dunia psikologi, Sigmund Freud, mengungkapkan: Saya tidak bisa memikirkan kebutuhan masa kecil yang lebih kuat dari kebutuhan akan perlindungan ayah. 1. Pemahaman bahwa orientasi seksual tidak ditentukan oleh gender. Contoh: Tidak semua manusia yang terlahir sebagai wanita akan memiliki orientasi seksual seorang wanita. Banyak kalangan yang mempercayai bahwa meskipun orientasi seksual dan gender merupakan hal yang berbeda. Jadi...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (6)

Pemahaman Perbedaan Gender Pemateri: Rara Pragesti, Rini Novianti Yusuf, Setyarini E. Putri Tanggal Diskusi: 25 Februari 2020 Gender adalah perbedaan laki laki dan perempuan dalam hal peran, fungsi, hak, dan tanggung jawab yang dibentuk oleh nilai-nilai di masyarakat. Bermain atau warna apakah termasuk pada peran,hak, tanggung jawab seorang laki-laki dan wanita? Dari pengertian di atas bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya warna dan mainan itu tidak mempengaruhi gender, boleh anak perempuan main mobilan dan laki-laki main masak-masakan sebagai salah satu cara mengasah bakat anak. Hanya tetap perlu diawasi batasannya, seperti anak perempuan suka mobil-mobilan atau warna biru tidak apa-apa, asal ketika berpakaian, berperilaku sesuai dengan fitrah orang tua tetap ajarkan dan tanamkan fitrah sesuai jenis kelaminnya. Anak laki-laki itu ada kemungkinan dianugerahi bakat memasak. Karena bakat adalah sifat yang Allah anugerahkan. Jika anak punya bakat tersebut lalu kita terlalu wo...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (5)

Ketika Anak Bertanya Pemateri: Dena Ambar Sary, Giftiani Citra, Meti Marayanti, Sri Handayani Tanggal Diskusi: 24 Februari 2020 Q : Bertanya Allah kok ga keliatan ya? Kok umi sama Abi tidurnya sama-sama? Aku keluar nya dari mana sih? A : Untuk jawaban sederhananya Allah tidak terlihat karena Allah itu Maha Ghaib. Ada jawaban lain, bahwa Tuhan tidak terlihat karena Tuhan itu Maha Besar, saking besarnya Tuhan pun tak mampu dilihat indra manusia. Sementara kalau kenapa umi dan Abi tidur bersama karena umi dan abi sudah menikah jadi boleh tidur bersama. Kalau keluarnya dari mana kita bisa jelaskan kalau kita keluar dari vagina yang letaknya ada di bawah perut wanita. Q : Ibu kenapa kalo ayah mandi Aes g boleh masuk? Tapi kalo sama ibu Aes boleh masuk? A : Sudah mulai dibiasakan untuk merasa malu dan tidak boleh jika d lihat lawan jenis sedari dini ya teh. Q : Yang agak bikin galau tuh kalo jalan berdua anak cowok 4,5 tahun usianya. Kalau mau ke toi...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (4)

Pentingnya Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini Sumber artikel: https://www.umy.ac.id/pentingnya-pendidikan-seks-untuk-anak-usia-dini.html Dalam talkshow  “Bagaimana Bicara Seks pada Anak?” dr. Eka Viora, Sp.K.J. menuturkan bahwa anak hendaknya  memperoleh pendidikan seks sejak usia dini. Hal ini penting untuk mencegah berkembangnya pikiran-pikiran negatif pada anak, terutama bila anak sudah mulai mengenal informasi dari media seperti Televisi , Internet, buku dan sebagainya. Selama ini, pendidikan seks dianggap tabu di kalangan masyarakat. Mereka berpendapat bahwa pendidikan seks belum pantas diterima oleh anak usia dini, padahal pendidikan seks sangat berpengaruh untuk kehidupan anak ketika remaja. Karena nantinya mereka bisa berhati-hati dengan perlakuan berbahaya yang bisa diterimanya, seperti pelecehan seksual misalnya. Orang tua sebagai wahana belajar utama bagi anak, karena orang tua lah yang paling tepat untuk memberikan pendidikan seks pada usia din...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (3)

Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual Pemateri: Dania, Gina, Murtafiah Tanggal Diskusi: 22 Februari 2020 Urutan mengajarkan pendidikan seksualitas kepada anak sesuai umur yaitu: Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui. Usia 3-6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun. Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan "saya perempuan" atau "saya lelaki". Ketika ...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (2)

Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan, dan Solusinya Pemateri: Sri Purwiasih, Mayang Adhika Ratna, Angngi Hijri Ridzkiya, Popy Nilasary Tanggal Diskusi: 21 Februari 2020 Orang tua harus memberi bekal dan pemahaman: Tentang sosok (mana sosok perempuan dan mana sosok laki2) Batasan sebagai anak laki2 Batasan sebagai anak perempuan Anak laki-laki yang keperempuan-perempuanan, anak perempuan yang kelaki-lakian. Salah keluarga atau salah pergaulan? Penyimpangan orientasi dan perilaku seksual anak menjadi hal yang perlu mendapat perhatian para orangtua di era keemasan dunia alay sekarang ini. Pembekalan penanaman agama, adab, akhlak & kedekatan orang tua sangat amat berperan. Apakah tanda-tanda penyimpangan seksual dapat diketahui? Karena biasanya pelaku sangat mungkin untuk menyembunyikan jati dirinya. Jika masih kecil biasanya tanda-tanda yang timbul bisa terlihat. Yang mungkin untuk menutupi adalah yang sudah dewasa. Siapa yang bisa melihat? Biasanya lingku...

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (1)

Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan Pemateri: Clara, Dian, Nining, Nurfiah Tanggal Diskusi: 20 Februari 2020 Idealnya, anak menginjak aqil baligh pada usia 14-15 tahun. Baligh menyebabkan manusia memiliki nafsu, syahwat, gairah terhadap lawan jenis, juga fantasi seksual. Pengendali dan pengarahnya adalah akal, dan ini akan berfungsi pada manusia yang sudah aqil. Ketika baligh tumbuh tidak berbarengan dengan aqil, dampaknya menjadi GAGAL AQIL . Contoh: Sholat dikerjakan, namun seks bebas juga dikerjakan. Puasa iya, namun melacur juga iya. Cara agar tidak gagal aqil yaitu persiapkan putra putri anda untuk aqil baligh . Ketika anak sudah baligh, maka pendampingan yang dapat dilakukan oleh orang tuanya adalah memastikan anak sudah aqil dan lanjutkan pengasahan terhadap fitrah-fitrah yang lainnya. Jadilah partnernya dalam menemukan dan menyelesaikan misi hidup sebelum pulang ke Sang Pemberi Tugas. Usia 0-6 tahun adalah golden age fitrah keimanan. Belum ada pe...

Game Level 10 - Grab Your Imagination (10)

Bismillah. Hari ini saya dan Fatih menginap di rumah mama saya. Di kamar, ada foto prewedding saya dan suami yang cukup besar. "Foto siapa itu ka?" "Foto papa sama mama. Kaka ada dimana?" Yang kita tahu, anak itu sudah terikat perjanjian dengan Allah sejak masih berbentuk ruh. Bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, dan mereka akan taat padaNya. Berbekal ilmu dari Nussa, tiba-tiba Fatih bertanya apa yang dia obrolkan dengan Allah. Dia yang nanya, eh dia juga yang jawab 😂 Salah satunya dengan bilang, "Shalat itu wajib ya?" Eh dia pura-pura membalas pernyataan itu, "Iya" gitu katanya 😂  Saya gak tau apa aja yang Allah bicarakan ketika kita masih berbentuk ruh. Yang pasti, Fatih udah tertanam mindset bahwa shalat itu wajib. Terus jadinya Fatih deh yang ngedongeng 😂 Alhamdulliah~

Game Level 10 - Grab Your Imagination (9)

Bismillah... Hari ini melelahkan~ Kami menghadiri undangan pernikahan di UPI. Mumpung-mumpung udah deket ke arah Lembang, akhirnya kami lanjutkan perjalanan ke Floating Market Lembang. Cukup banyak hal yang bisa diceritakan sebetulnya. Singkatnya, Fatih terlihat sangat bahagia kami ajak main kesana 😁 Yang paling berkesan adalah saat bermain ke miniatur kereta api, menaiki perahu, dan memberi makan ikan. Sesampainya di tempat wisata, kami rehat sejenak. Di jalan sempat gerimis, tapi alhamdulillah hingga kami sampai di rumah kembali hujan tidak jadi turun. Destinasi awal adalah melihat ikan. Fatih sangat ekspresif saat melihat ikan yang besar-besar berkumpul di tepi "dermaga". Saat itu kami hanya melihat saja, suasananya sangat ramai, bahkan kami malah menikmati melihat orang-orang memberi makan ikan. Saat itu Fatih juga ingin memberi makan ikan, tapi kami pikir mungkin nanti saja, mana tempatnya penuh, lalu kami belum sempat eksplor tempat lainn...

Game Level 10 - Grab Your Imagination (8)

Bismillah. Minggu ini kami ke Bandung~ Quality time Fatih sama Enin, Abah, dan bibinya 😄 Sebetulnya agak bingung ya mendongeng apa disini? Selain gak ada buku, suasananya juga lebih enak untuk kumpul-kumpul. Seringnya, Fatih disini bercerita tentang apa-apa yang terjadi di Karawang (((((terjadiiii))) 😂 Salah satunya adalah saat Fatih bercerita kalau dia tidak suka dibangunkan oleh Papanya dengan panggilan "Dul." Doi menggambarkan situasi saat itu dan bercerita kalau dia marah dipanggil Dul jadi gak mau bangun. Doi juga nambahin kalau harusnya papanya itu banguninnya dengan namanya, Fatih. Jadi, "Fatih, Fatih, bangun Fatih..." Gitu katanya meniru cara papanya bangunin tiap pagi 😂 Kami yang mendengarkan hanya bisa tertawa, apalagi keluarga di Bandung yang dengar langsung Fatih bercerita 😅 Selain itu, Fatih dan saya juga bercerita melalui gambar. Kami mengulang pengalaman ketika jalan-jalan ke depan komplek dan juga ke mall dengan gambar bers...