Skip to main content

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (6)

Pemahaman Perbedaan Gender
  • Pemateri: Rara Pragesti, Rini Novianti Yusuf, Setyarini E. Putri
  • Tanggal Diskusi: 25 Februari 2020
Gender adalah perbedaan laki laki dan perempuan dalam hal peran, fungsi, hak, dan tanggung jawab yang dibentuk oleh nilai-nilai di masyarakat. Bermain atau warna apakah termasuk pada peran,hak, tanggung jawab seorang laki-laki dan wanita? Dari pengertian di atas bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya warna dan mainan itu tidak mempengaruhi gender, boleh anak perempuan main mobilan dan laki-laki main masak-masakan sebagai salah satu cara mengasah bakat anak. Hanya tetap perlu diawasi batasannya, seperti anak perempuan suka mobil-mobilan atau warna biru tidak apa-apa, asal ketika berpakaian, berperilaku sesuai dengan fitrah orang tua tetap ajarkan dan tanamkan fitrah sesuai jenis kelaminnya.

Anak laki-laki itu ada kemungkinan dianugerahi bakat memasak. Karena bakat adalah sifat yang Allah anugerahkan. Jika anak punya bakat tersebut lalu kita terlalu worry dengan stereotype akan menjadikan anak sulit mengasah bakatnya. Kuncinya adalah asal anak tidak berperilaku atau bergaya melawat kodratnya atau berpakaian yang tidak sesuai kodratnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya tentang ciri-ciri gender, bahwa gender itu dapat berubah sewaktu-waktu juga berbeda sesuai budaya di daerah tertentu, maka hal ini juga terjadi pada kebiasaan melabelkan mainan/warna pada anak. Ada sebagian masyarakat yang masih menganggap bahwa warna biru tuk laki-laki, memasak tuk perempuan, tapi ada sebagian juga yang menganggap bahwa itu bolehlah digunakan oleh semua baik laki-laki atau perempuan. Hal itu akan berbeda sesuai ciri tersebut. Termasuk dengan tingkat pemahaman masing-masing individu. Selagi hal itu tidak melanggar norma agama dan etika di masyarakat, maka kita bisa bebas membiarkan anak mengeksplorasi banyak hal. Awalnya terkotakan perempuan misal jika bermain mobil-mobilan tidak baik, padahal tidak ada salahnya perempuan mengenal otomotif, harapannya perempuan punya skill dan memiliki kemampuan mengatasi masalah seputar itu pada masa yang akan datang.

Apakah kesetaraan gender yang dinamis berpotensi menggerus fitrah seksualitas? Jawabannya adalah itu bisa saja terjadi, jika fitrah seksualitas tidak ditanamkan pada anak sejak lahir. Kesetaraan gender artinya tidak ada diskriminasi peran dengan jenis kelamin. Jika kesetaraan gender ini selalu bergerak dan mulai menggeser, cara untuk mengantisipasinya adalah dengan tanamkan fitrah seksualitas sejak lahir.

Kita pahami bersama apa itu fitrah seksualitas? Menurut ust. Harry dalam buku FBE, fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sbg seorang laki2 sejati atau perempuan seutuhnya. Caranya adalah kita sebagai orang tua mulai menanamkan fitrah seksualitas sejak lahir, karena pendidikan fitrah seksualitas dengan pendidikan seks itu berbeda. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.

Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas sosok ayah dan ibu senantiasa hadir dari sejak lahir hingga aqil baligh. Proses pendidikan fitrah ini memerlukan kedekatan yang berbeda sesuai tahapannya. Cara awal agar mengantisipasinya melalui pendidikan fitrah seksualitas ayah ibu di rumah, sehingga ketika anak dewasa tdk mudah terbawa arus kesetaraan gender yang mulai menggerus fitrah karena pondasi dari rumah yang sudah kuat.

Apa perbedaan feminisme sama kesetaraan gender? Feminisme awalnya diperkenalkan oleh Charles Fourier, aktivis sosial utopis pada tahun 1837 mengenai feminisme adalah bentuk emansipasi secara radikal. Dengan latar belakang kejenuhan akan nasib wanita yg terjadi d barat, feminisme lahir dan mendukung persamaan mutlak hak serta kewajiban antara laki - laki dan perempuan di berbagai bidang. Namun kesetaraan gender, lebih ke peran dan kebebasan dalam mengambil keputusan namun tidak melupakan kodrat dari masing masing.

Contoh : 
Kaum feminis memandang ajaran Islam tidak adil dalam hal pembagian warisan, padahal jika dikaji lebih dalam maksud dari pembagian warisan yang berbeda ini adalah karena kaum laki- laki mendapat warisan karena untuk menafkahi anak dan istrinya, sedangkan wanita untuk dirinya sendiri saja.

#Gamelevel11
#Day6
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.