Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual
- Pemateri: Dania, Gina, Murtafiah
- Tanggal Diskusi: 22 Februari 2020
Urutan mengajarkan pendidikan seksualitas kepada anak sesuai umur yaitu:
- Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui.
- Usia 3-6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun. Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan "saya perempuan" atau "saya lelaki".
- Ketika usia 7-10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah sholat. Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan. Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan. - Usia 10-14 tahun. Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan. Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis. Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan. Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.
Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.
Pengenalan tentang seks-edu pada anak bisa dimulai sedini mungkin. Misal:
- Saat mandi, lepas baju dalam kamar mandi
- Ganti popok, masuk ke nursing room
Orang tua jangan pernah berpikir, "Udah gapapa ganti di depan orang, masih kecil ini." Karena itu sudah mengajarkan pembiasaan. Biasakan anak mempunyai rasa malu sejak dini.
Salah satu faktor yang paling besar mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual adalah pornografi, itu didapat dari gadget. Betulkah? Belum tentu. Karena gambar porno tidak hanya dari gadget. Bisa juga dari bacaan buku komik. Komik anime yang banyak kita kenal sekarang, banyak yang seharusnya bukan konsumsi anak-anak tapi banyak yang berpikir, "Alah, kan CUMA komik, pasti aman." Padahal itu salah besar. Di Jepang, anime memang untuk konsumsi dewasa. One Piece, Naruto, Sinchan, itu semua aslinya buat orang dewasa.
Bagaimana kita mengawasi anak dalam menggunakan gadget? Teknologi bukan hal yang harus kita lawan di jaman sekarang ini. Akan tetapi, kita terima dengan bijak.
Bagaimana ukuran bijak dalam bergawai? Itu disesuaikan dengan value keluarga dan sudah pasti dilandaskan pada aturan agama. Anak terlalu dikekang bergawai di rumah, bukan berarti dia akan tahu diri saat di luar rumah. Bisa jadi, dia malah balas dendam pinjam punya teman dan malah sembunyi-sembunyi. Jadi, daripada menjauhkan anak dari gawai, lebih baik kita jelaskan alasan-alasan dan bahaya-bahaya yang mengintai sebagai efek dari gawai. Selain itu selalu temani anak saat menggunakan gawai. Perlu diingat, gawai bukan semata-mata bahaya untuk moral. Tapi screen juga bahaya untuk mata anak. Kebanyakan mantengin yang berlayar tetep saja akan berdampak buruk. Seperti: tidak suka bersosialisasi, dan mata rabun.
#Day3
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak
Comments
Post a Comment