Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Twenty One

Tahun ini udah menginjak usia 21 tahun. Artinya, masa depan harus udah jelas tujuan hidup dan lain-lainnya. Bukan waktunya untuk main-main lagi, buang-buang waktu, dan masih gak punya tujuan :)

Untitled #1

Akan ada saatnya, kamu akan merindukan sosok yang sama dengan sifat yang berbeda. Sifat yang sanggup membuatmu jatuh hati padanya. Akan ada saatnya, perubahan itu akan terasa. Bukan lagi seseorang yang lembut dan penuh kasih, namun berperangai kasar dan dingin. Akan ada saatnya, kelembutan itu muncul kembali. Membuat dasar dari rasa sayang semakin dalam. Namun, akan ada saatnya dalam sepersekian detik mata yang mendelik, tangan yang dingin, suara yang tinggi, dan kata-kata yang tajam menyerang bersamaan. Alih-alih menyadari perubahan itu, Ia malah menyebutnya itu hanya sesuatu yang biasa, dan aku yang terlalu perasa. Aku hanya terdiam. Karena, memang aku terlalu perasa, sehingga aku mampu merasakan perubahan itu.

Mata Kuliah Nyata: Exploring Prose "SPEAK"

Mata kuliah ini mungkin bisa menjadi salah satu mata kuliah favorit (bakalan bener-bener jadi favorit kalau nanti dapet A, haha) karena apa yang dipelajari itu bukan cuma tentang teori atau analisis teks tapi juga banyak quote dan pandangan terhadap kehidupan sekitar. Hari ini yang dibahas bukan cerpen, tapi novel yang difilmkan, judulnya "SPEAK" . Ceritanya tentang Kristen Stewart muda yang mendadak menjadi pendiam setelah being raped  di pesta musim panas. Banyak hal yang bisa diambil dari cerita ini. Salah satu quote setelah kita mempreteli film ini yaitu: "Word choice, tone, and voice all contribute to saying a lot more than simply what is on the surface" Yep. Itu yang kita pelajari hari ini. Apa yang diperankan oleh Kristen Stewart menggambarkan psikologi anak muda yang takut untuk berbicara akan sesuatu yang dialaminya. Mereka lebih banyak memilih diam dan menghindar. Pun kebanyakan orang dewasa malah memaksa mereka untuk berbicara tanpa mau memahami dan m...

Lovember

Sandiwarakah selama ini Setelah sekian lama kita tlah bersama Inikah akhir cerita cinta Yang selalu aku banggakan di depan mereka Entah dimana kusembunyikan rasa malu Kini harus aku lewati Sepi hariku tanpa dirimu lagi Biarkan kini ku berdiri Melawan waktu tuk melupakanmu Walau pedih hati namun aku bertahan Entah dimana kusembunyikan rasa malu Kini harus aku lewati Sepi hariku tanpa dirimu lagi Biarkan kini ku berdiri Melawan waktu tuk melupakanmu Walau pedih hati namun aku bertahan  --Gleen Fredly, Akhir Cerita Cinta Pagi-pagi, di jalan menuju ke kampus, tiba-tiba ada lagu ini di pikiran. Sedih kalo sampai harus memutar lagu ini. Semoga tidak, yakin padamu, kamu :) Andai engkau tahu betapa ku mencinta Selalu menjadikanmu isi dalam doaku Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya Jika aku bukan jalanmu Ku berhenti mengharapkanmu Jika aku memang tercipta untukmu Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu Andai engkau tahu betapa ku...

Welcome back! (Again)

Terakhir posting Desember 2012 dan sekarang bulan November 2013. Wow! Hampir setahun blog ini gak diurusin *sapu-sapu blog* Finally, I'm here again :) Dari sekian banyak web yang pernah dibuat, akhirnya " istiqomah" memilih blogspot sebagai Home Base nya. Website yang lain sepertinya tutup buku aja. Hapus semua tulisan yang masing-masing web punya tema masing-masing :) Mood nulis itu gak tetep. Kadang pingin nulis, kadang males. Ada bahan buat ditulis, tapi gak bisa dituangin jadi kalimat. Ada yang pingin diungkapin, tapi dijadiin draft. Macem-macemlah. Ide yang paling banyak muncul itu pasti kalau lagi di motor, pas berangkat atau pulang kuliah. Pas mau ditulisin, udah lupa :'D Semoga produktif lagi ya :) Jangan cuma jadi hiasan aja blognya. Semoga ada isinya. Semoga...

Overthinker

Ketika orang lain yang membaca sebuah cerpen/novel/buku itu hanya sekedar membaca dan menikmatinya ( reading for pleasure), ketika orang lain menonton sebuah film lebih pada menikmati jalan ceritanya atau kegantengan aktornya #uhuk, ketika orang lain berbicara dengan lancar tanpa memilah-milah kata maupun berfikir dampak dari ucapannya.... Mahasiswa bahasa (khususnya saya) tidak cukup hanya membaca dan menikmati sebuah cerpen/novel/buku. Kami harus mempreteli elemen-elemen di dalamnya dan memahami dengan seksama maksud dari ditulisnya cerpen/novel/buku tersebut yang sering kami sebut Close Reading. Kami juga tidak hanya duduk manis di bioskop, menonton film, nyemil, lalu pulang, bercerita tentang cerita di film, selesai. Kalau kata dosen Foundation of Literature sih, ketika menonton film, kami juga harus "membaca"  film tersebut. Kami juga tidak hanya sebatas berbicara dan mendengarkan. Suara dan nada bicara dibentuk sebaik mungkin. Setiap pemilihan diksi, pemilihan ...