Mata kuliah ini mungkin bisa menjadi salah satu mata kuliah favorit (bakalan bener-bener jadi favorit kalau nanti dapet A, haha) karena apa yang dipelajari itu bukan cuma tentang teori atau analisis teks tapi juga banyak quote dan pandangan terhadap kehidupan sekitar. Hari ini yang dibahas bukan cerpen, tapi novel yang difilmkan, judulnya "SPEAK". Ceritanya tentang Kristen Stewart muda yang mendadak menjadi pendiam setelah being raped di pesta musim panas. Banyak hal yang bisa diambil dari cerita ini. Salah satu quote setelah kita mempreteli film ini yaitu:
Isu friendship yang diusung adalah ketika Melinda ditinggalkan oleh temen-teman baiknya dan memiliki teman bernama Heather.
Pada bagian ini, terdapat pelajaran baru mengenai pertemanan:
Pseudo-friend itu tidak berarti fake-friend. Hanya saja akan menjadi teman di saat-saat tertentu. Saat memiliki hobi yang sama atau untuk teman berbelanja, misalnya. Dicontohkan di kelas itu seperti segerombolan perempuan yang memiliki hobi berbelanja akan menjadi sekelompok teman. Sepenangkap saya sih, ini seperti teman yang ada saat butuhnya saja, eh, atau mungkin teman yang hanya menghampiri ketika ia tidak ada teman untuk melakukan sesuatu, mungkin :/
Hal ini bisa berpengaruh negatif pada relasi pertemanan yang lainnya, hubungan pertemanan yang lebih intim dari pseudo-friend.
Untuk SPEAK cukup sampai disini. Minggu depan kita masih ada "The Chrysantemums" dan "Rose for Emily" untuk dikuliti #ish.
"Word choice, tone, and voice all contribute to saying a lot more than simply what is on the surface"
Yep. Itu yang kita pelajari hari
ini. Apa yang diperankan oleh Kristen Stewart menggambarkan psikologi anak muda
yang takut untuk berbicara akan sesuatu yang dialaminya. Mereka lebih banyak
memilih diam dan menghindar. Pun kebanyakan orang dewasa malah memaksa mereka
untuk berbicara tanpa mau memahami dan melakukan pendekatan untuk mengetahui
ada apa dengan anak tersebut. Diam pun memiliki arti, dimana diam merupakan
pilihan baginya karena ia tahu, tidak akan ada yang percaya dirinya.
Padahal, dari bahasa, kita dapat
mengetahui kapan orang itu sedang marah dari tone nya, sedang sedih dari
suaranya, dan sedang galau dari word choicenya (ya biasanya yang galau itu
mendadak bijak :p )
Selain itu, ada juga yang namanya Interior Monologue,
semacam internal
dialog yang banyak terjadi disetiap individu. Melinda
(yang diperankan Kristen Stewart) benar-benar menjadi pendiam. Tetapi diamnya
ia bukan berarti diam menerima dan lemah, justru dalam diamnya ia banyak
berbicara pada dirinya sendiri dan hal itulah yang membuat ia kuat. Quote lainnya:
"What someone is thinking is very different from what that person is saying or doing"
Dari kutipan diatas, bisa diambil
kesimpulan: Siapa
yang tahu isi hati orang?
Tapi pikiran dan isi hati seseorang itu bisa tercermin
dari bagaimana ia berkata dan juga berperilaku :)
Selain itu, dalam film ini
digambarkan bahwa diam bukan berarti reseptif. Diam juga digambarkan sebagai
sesuatu yang produktif. Kenapa? karena selama diam, kita banyak melihat,
mengobservasi, merasa, dan akhirnya mendapatkan jawaban atas apa yang harus
kita lakukan.
"Women bear their griefs, burdens, and fears in a legacy of silence."
Dijelaskan pula bahwa dalam
paham maskulinitas itu (termasuk dibudaya Sunda maupun Jawa) bahwa woman is being
silenced. Perempuan itu tidak banyak berbicara karena
perempuan itu harus manis, ramah, lembut, dan juga penurut. Sekalinya
berbicara, haruslah berkata yang baik dan lembut. Berbeda dengan pria yang
digambarkan sebagai sosok yang tegas, kuat, dan tidak cengeng :'D Meskipun kita
tahu pria juga manusia, namun pada realitanya, pembentukan karakter dan bahasa
pada pria dan wanita memiliki batasannya masing-masing.
Perempuan kadang menjadi kuat.
Hal itu karena perempuan meminjam atribut laki-laki. Maksudnya, perempuan akan
dipandang menjadi kuat ketika ia "seperti" laki-laki. Para pria pun
tidak akan memandang ia sebagai wanita ketika ia berbahasa 'kasar' ataupun
berpakaian seperti laki-laki. Karena memang seharusnya wanita itu berbahasa
yang baik dan lembut. Bukankah banyak anak yang turut berperilaku kasar dan
tidak berbahasa karena pengaruh bahasa yang digunakan oleh ibunya?
2 SKS mata kuliah ini sepertinya
masih belum cukup untuk mengupas "SPEAK". Tidak hanya mempelajari
tentang arti diam, namun di film ini juga digambarkan mengenai arti "Friendship".
"Everybody's friend is no body friend"Maksud kutipan diatas adalah ketika ia berteman dengan siapa saja, itu berarti ia tidak mempunyai teman. Siapa teman dekatnya?
Isu friendship yang diusung adalah ketika Melinda ditinggalkan oleh temen-teman baiknya dan memiliki teman bernama Heather.
Pada bagian ini, terdapat pelajaran baru mengenai pertemanan:
Pseudo-friend. Friend as accessory.Dalam penjelasannya, kategori ini dari permukaan terlihat seperti "sahabat". Padahal "katanya" pseudo friend ini hanya untuk membuat kamu tidak terlihat "bodoh" karena sendirian. Fenomena ini dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari ketika ada seseorang yang kemana-mana sendiri, waktu di SMA misalnya, tentu kita yang melihat akan bertanya-tanya, "kok dia sendirian terus? ga punya temen gitu ya?" ya kurang lebih seperti itu.
Pseudo-friend itu tidak berarti fake-friend. Hanya saja akan menjadi teman di saat-saat tertentu. Saat memiliki hobi yang sama atau untuk teman berbelanja, misalnya. Dicontohkan di kelas itu seperti segerombolan perempuan yang memiliki hobi berbelanja akan menjadi sekelompok teman. Sepenangkap saya sih, ini seperti teman yang ada saat butuhnya saja, eh, atau mungkin teman yang hanya menghampiri ketika ia tidak ada teman untuk melakukan sesuatu, mungkin :/
Hal ini bisa berpengaruh negatif pada relasi pertemanan yang lainnya, hubungan pertemanan yang lebih intim dari pseudo-friend.
Untuk SPEAK cukup sampai disini. Minggu depan kita masih ada "The Chrysantemums" dan "Rose for Emily" untuk dikuliti #ish.
"Sometimes, silence means everything. More than words."
Comments
Post a Comment