Skip to main content

Wow Berkepala 2 :O

Umur ya..hmm, umur saya sudah bertambah lagi tahun ini, sekarang jadi berkepala 2 loh !! #terooos
kinda weird..ya mungkin karena lingkungan yang rata-rata masih berusia belasan dan juga kelahiran 93..jadi saya yang mengalami kepala 2 ini merasa dihebohkan dengan transisi angka tersebut.
Tualah, kepala 2 lah, ya padahal apa sih, udah 20 juga saya masih tetep pendek dan mungil gini aja .____.

yang pasti, 20 ini bukan sesuatu yang harus dihebohkan..justru saya harus bersyukur, sudah 20 tahun saya menjadi khalifah di bumi ini..diberi kesempatan untuk mencicipi manis pahitnya hidup..sudah saatnya saya harus dewasa #tsaaah

terima kasih untuk Ibunda tercinta yang pagi-pagi membangunkan dengan smsnya yang berisi ucapan ulang tahun..lalu menyapa dengan bercucuran air mata karena tidak ada kejutan ataupun makanan mewah untuk merayakan. Padahal itu juga mama lagi masak-masak. Alhamdulillah masih bisa makan masakan yang memang khusus untuk saya pagi itu :)


Yak, karena saya berumur 20, dengan lilin seadanya jadi seperti angka 110 :))
Mentimun 5 biji di setiap piring..semoga shalatnya selalu lengkap 5 waktu setiap harinya..dan jika ada 3 piring, itu artinya satu untuk saya, satu untuk mama, dan satu untuk adik ._____.

 



Lalu..terima kasih untuk trio tetehku yang juga selalu mendoakan :) I love you sists :****

Sahabat dan teman-teman semua, ah pokonya seeemuanya..
dan juga kamu, yak kamu :p terima kasih sms dan telpon singkat tengah malamnya..juga DM nya :p

Semoga, kepala 2 ini menuntun saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dewasa, dan tambah baik segala-galanya :)
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk merasakan nikmatnya bernafas selama 20 tahun ini :)


Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.