Jika istilah "People's Judge" itu benar-benar ditelaah, yang namanya hidup ini dijamin tidak akan pernah tenang dan juga bahagia. Well even if selama kita mengikuti apa yang orang omongin dan mereka mendukung dan senang atas apa yang kita lakukan -berdasarkan apa yang telah mereka lontarkan pada kita- kita bisa ngerasa bahagia. Tapi ternyata semua itu cuma kesenangan yang sementara aja mengingat selanjutnya akan lebih banyak lagi People's Judge yang menghujam dan disitulah kita mulai hilang pendirian dan hanya memperhatikan apa yang orang lain bicarakan. Mungkin awalnya biasa, tapi lama-lama hal tersebut mulai terasa membebani, terlebih jika kita malah mendapatkan cemoohan atau komentar miring..yah namanya juga People's Judge.
Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...
Comments
Post a Comment