Skip to main content

Google Classroom 1.1

Saya kira, saya tidak akan bergulat lagi dengan e-learning. Ternyata, ketemu lagi doooong meskipun udah jadi ibu-ibu begini ๐Ÿ˜‚ Awal enroll kelas rasanya kaya balik lagi ke jaman kerja dulu ngurusin Moodle, tampilannya gak menarik #ups. Begitu muncul tugas eeeh jadi inget mata kuliah e-learning Functional Grammar dulu. Ngerjain tugasnya udah kaya balap-balapan terus sambil ngomongin tugasnya di grup kelas. Bedanya yang ini ga ada betul salahnya, hihi.

Ternyata IIP pakai Google Classroom untuk "perkuliahannya." Platformnya mirip-mirip sama yang pernah dipakai dulu, sekarang fiturnya pasti lebih lengkap. Hari ini masih latihan untuk pakai GCnya, daaaan seru aja sih lihat temen-temen antusias, cepet-cepet ngumpulin tugas, terus saling meyakinkan buat yang ragu tugasnya udah kesubmit apa belum. Pas praktek ini juga udah berasa akrabnya, saling bantu ketika ada yang kebingungan, ada yang katanya gaptek, ada yang salah input, tapi semuanya saling kasih saran dan solusi supaya sama-sama bisa ngumpulin tugasnya. Ini baru hari pertama doang ya padahal, hohoho~

Kalau udah gini sih suka gak sabar, besok ngapain lagi yaaa~

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki ๐Ÿ˜‚. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.