Skip to main content

Ke Masjid

Jadi, Fatih udah tahu adzan, kalau udah adzan harus ngapain, dan harus kemana.

Hari ini lagi di rumah mamah(ku), masjid di deket situ gede trus kesananya lewatin jalan kecil. Pas dzuhur Fatih pingin ikut ke masjid sama papahnya. Aku sebagai peyempuan sholatnya di rumah sajaaa~

Nah akhirnya si dua jagoan ini pulang. Tiba-tiba papahnya bilang, "Fatih gih peluk Mamah." Daaaaaaaan jeng jeng jeng jeng~ Baju ma celananya Fatih BASAH! Lalu laporan lah papahnya, bilang katanya awalnya Fatih ikut shalat, yaa rakaat pertama ama kedua itu masih kedengeran suaranya di belakang. Masuk rakaat ketiga sama keempat sepi. Akhirnya beres shalat cabs lah dia cari-cari Fatih di dalem masjid dan gak ada. Di samping masjid gak ada juga, sampai akhirnya ke belakang masjid dan ada anak kecil bilang "Itu dedenya main air." Duaaaar~

Si anak dengan wajah tanpa dosanya keluar dari tempat wudhu dalam keadaan basah. Entah deh gak tau basah karena kran air atau gimana. Akhirnya dibawa pulanglah dan melapor pada ibundanya seperti di atas 😂

Gak kerasa ternyata udah masuk waktu Ashar. "Mah aba mah aba, pah yu pa yu aba," kata Fatih sambil meragain takbiratul ihram. Belajar dari pengalaman tadi, akhirnya papahnya bilang, "Gak ah, nanti kabur lagi." Pergilah dia ke masjid dan si anak ternyata NANGIS.

Nangis sambil takbiratul ihram sambil nunjuk ke masjid, "Mah aba mah papa aba tuh tuh tuh." Demi alasan keamanan akhirnya Fatih tetep harus di rumah dan dia nangis sampe papahnya pulang lagi 😁

Terlepas dari apapun motivasi si anak untuk ke masjid, ternyata anak memang bisa loh dibiasakan untuk ke masjid dan dibiasakan shalat tepat waktu. Kejadian hari ini sebenernya bikin serba salah sih. Di satu sisi ingin membiasakan anak ke masjid, di sisi lain untuk seumurannya masih berkeliaran sampe keluar masjid atau takutnya ganggu orang shalat (trus bikin papahnya g khusyu shalatnya 😬)
Lihat Fatih nangis dan kita larang untuk ke masjid juga agak sedih ya. Anak masih kecil punya semangat untuk ke masjid, kita larang-larang, eh giliran udah gede (kaya om nya Fatih noh) kita paksa-paksa ke masjid juga dianya kaga mau, huft.

Harapannya sih, semoga semangatnya Fatih buat ke masjid ada terus sampai tua nanti ya, nak.

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.