Skip to main content

Tahap Pertama: Tamat

Setelah mengikuti perkuliahan online di Institut Ibu Profesional selama Juli hingga Oktober ini, total sudah 9 NHW yang saya kerjain. Lalu, setelah selesai tidak ada materi dan selama dua minggu ke depan agendanya Class Meeting Student Exchange, saya mutusin untuk take down semua NHW saya di blog. Malu buuu~ ingin direvisi dulu, hihi.

Ternyata tiga bulan kuliah online itu gak kerasa, tau-tau udah selesai, tinggal nunggu pengumuman kelulusan. Terus untuk ilmunya? banyaaaaak banget. Tinggal dari kitanya aja bisa dan mau ngeaplikasiinnya atau gak. Yangg paling berasa buat saya itu lebih ke dealing with yourself, knowing your own capacity, knowing your limit. Saya yang sebelumnya sering banget ngerasa cape karena tugas IRT yang bejibun, akhirnya sekarang bisa bobo siang dengan nikmat atau melakukan hal lain selain kerjaan IRT. Dulu yang sering kejar setoran urusan domestik, sekarang lebih tau ritme dan waktu untuk kapan saya harus berhenti. Intinya sih, ya lebih ke kontrol diri lah ya. Alhamdulillah, ilmunya bermanfaat.

Satu hal yang masih saya bingung sampai akhir kelulusan ini adalah.......passion, minat, bakat saya.
Kayanya belum nemu ampe kuliah terakhir, wkwkwk. Jadi kadang sebagai IRT masih merasa belum menemukan jati diri aja sih. Padahal dalam perkuliahan itu kalau aja kita udah tau apa passion, minat, bakat kita, itu enak ngarahinnya. Sayangnya, buat saya yang masih gak jelas apa yang saya mampu dan saya mau lakukan jatohnya jadi ngambang. Like, I really need something to guide me on how to find them. Ikutan tes di beberapa alat menemukan bakat, terus ya ujung-ujungnya kaya mengarah ke pekerjaan gitu. Jadi, what should I do? What should I pursue? Gak tauuuuu 😂 Saya kagum banget sama temen-temen lain yang udah jelas arahnya kemana. Misal berkebun, kerja, crafting, errrrr dan lain-lain.

Jadi, kalau lulus, lanjut ke kelas selanjutnya ga? insyaAllah LANJUT~
Tapi sepertinya sambil mencari-cari kelas yang bisa upgrade diri lagi. Terima kasih IIP~ Ciao~

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.