Skip to main content

Pengakuan Dosa

8 Maret 2018

Menu makan siang kali ini ayam penyet, tahu, kangkung.

Untuk suami ayamnya dikasih sambal, untuk Alfatih makan ayamnya aja.
Masak kangkung kali ini bener-bener di luar ekspektasi. Selain jenis kangkung yang dibeli emang beda dari biasanya, rasanya juga gak jelas kemana-mana. Kangkung yang biasa dibeli itu kangkung yang tinggi, mau darat ataupun air. Nah ini ditawarin ama ibu-ibu langganan kangkungnya pendek, buntet, warnanya lebih tua, kecil-kecil gitu. Ya tak kirain sama aja ya, tapi ternyata alottttttttttttt dan rasanya mau digodok berapa lamapun masih berasa mentah gitu.


Suami gak saya kasih kangkungnya, biar aku saja πŸ˜‚Meskipun akhirnya gak mau ngicip juga saking anehnya rasa kangkung itu πŸ˜‹ Ceritanya selesailah dia makan siang, terus balik ke kantor. Giliran anakku yang disuapin makan. Alhamdulillah banyak dan sampai selesai. 

Setelah beres nyuapin anak, saya ke kamar mandi bentar. Gak lama ternyata anak ngikutin ke kamar mandi ngedorong pintu kamar mandi sampai kebuka semuanya sambil bawa-bawa sesendok tumis kangkung tadi. Spontan saya bilang "No, no, no!" Sambil saya tutup pintu kamar mandinya agak keras. Maksudnya sih no bawa makanan ke kamar mandi dan nutup pintunya biar sekali dorongan ketutup aja. Tapi nyatanya malah jadi kaya banting pintu.

Pas pintu ketutup Fatih nangis kenceng dan balik banting pintu biar kebuka, dia nangis sampai cirambay dan nyodor-nyodorin sendok tumis kangkungnya sambil bilang, "Mama mamam mama mamam mamam mamama." Gegara nangis sambil nyodor-nyodorin sendok akhirnya sebagian kangkungnya tumpah. Terus saya yang masih belum ngerti malah kesel akhirnya keluar kamar mandi sambil bersihin kangkung yang jatuh. Daaaan Fatih masih nyodor-nyodorin aja itu sisa kangkungnya πŸ˜‚ Barulah sadar....Astagfirulloh ternyata maksud dia, dia tuh mau nyuapin nyuruh saya makan 😭😭😭 Seperhatian itu anak sama Mamanya 😭

Karena tumis kangkungnya gak enak, saya ambil sendoknya terus pura-pura mangap dan ngunyah itu kangkung πŸ˜‚ Abis  keliatan "dimakan" mah Fatih minta sendoknya, terus ke kamar.....ngambil sesendok tumis kangkung lagi buat disuapin ke saya.

Akhirnya gak jadi ke kamar mandi dan langsung beresin mangkok tumisannya ke dapur. Biar g disuapin lagi, soalnya g enak. Wkwkwk

Yampun, Nak, maafkan Mamamu ini yah.

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki πŸ˜‚. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.