Skip to main content

What I Miss

9 Maret 2018

23:52

Masih harus bangun setelah beres-beres barang bawaan untuk acara gathering besok. Masih bangun karena masih harus back up semua foto di HP biar besok piknik HP siap dipakai jepret sana jepret sini, ho ho ho~

Selama nunggu proses back up yang lumayan nyita waktu, saya buka-buka folder foto saya waktu ikut program pertukaran ke Kanada 2014 lalu. Sudah mau empat tahun loh yaa.

Ternyata, dengan membuka foto-foto lama itu menyuat-nyuat hati ya. Seketika semua memori yang terjadi saat itu muncul lagi. Baunya, cuacanya, perasaannya, I really wanna go back there.

I loved my jobs. I really loved them.

I loved working with kids, even though they were in primary school or kindergarten, I loved how they acted as my friend instead of being their tutor. We had almost the same height, some of them were even taller than me. I loved how I had to prepare the lesson, make up the table, tidy up the rooms, and play at the gym with them. I really loved story telling session and I miss it now.

I had a dream to be a teacher, a really good teacher for young learners. I was fully satisfied when a whiny picky girl finally became a friend of mine. I had such passion to teach, or to be happy together with my students.

I know the present time is not the same as what I dreamed of before. Yet I am so grateful for being a special teacher, best friend, and mom of my son. My dream changed as the time went by. Even though I still miss what I used to do before (especially in teaching), I know I am not capable enough to be a good one and I have heavier and happier challenge in front of me; To love my son shine so he grows up healthily, happily.

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.