Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (11)

Bismillah..


Hola Minggu~

Akhirnya hari ini kami pergi renang jugaaa~ Berhubung malemnya pada tidur malem, jadilah beres-beres rumah agak siangan dan berangkat renang pun jadi molor satu jam dari yang direncanakan.

Sambil nunggu saya beres-beres, Fatih siap-siap sama papanya. Daaaaan bangun tidur doi terus minum susu dua biji, wadoooh! Padahal biasanya satu-satu diminumnya. Yasudahlah ya..

Lalu kamipun berenang~




Sesuai janjinya, Fatih maunya berenang, ya berenang. Cuma jajan nasi goreng karena emang gak pada sarapan dan laper juga abis renang. Sepulang dari renang kami ke Alf*mart karena saya perlu beli beberapa bahan dapur. Lupaaa gak dijanjiin Fatihnya jadilah doi beli Kokocr*nch.

Sampai di rumah Fatih makan jajanannya, abis itu pingin pake susu. Ehh, padahal jatah susunya habis. Cuma dipikir-pikir kasian juga ya makannya ditambul gitu aja 😂 Yaudah deh saya kasih asal besok minum susunya jadi satu aja. Duh ini salah banget sih ngajarin begini, huhu.

Mudah-mudahan besok Fatih bisa jaga komitmennya ya dengan jatah minum susu satu kotak doaaaang~

#hari11
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.