Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (10)

Hari Sabtu artinya bareng-bareng suami dan anak dari bangun tidur sampai tidur lagi~

Mood saya hari ini rasanya.....gak jelas sih, mood swing gitulah. Bener-bener sensitif dan males ngomong bawaannya. Siang tadi suami ajak saya dan Fatih main ke kantornya sekalian makan siang. Berbekal ayam geprek, ayam ori, jus mangga, juga jus sirsak, pikniklah kami di kantor suami 😁 Selesai makan suami lanjut cek cek kerjaan dan saya main-main sama anak.



Rencananya, selesai dari kantor suami itu mau ke swalayan beli susu Fatih, apalah daya Fatih menunjukkan ciri-ciri kalau doi pup 😫

Me     : "Kaka, kenapa kaka gak mau duduk?"
Fatih  : "Kaka pup di celana."
Me     : "Oh...kenapa di celana?"
Fatih  : "Di kerja papah, ga ada kamal mandi."

Oalaaah, Fatih belum pernah dibawa ke kamar mandi di kantor sih. Pantes aja anaknya bilang gak ada kamar mandi di kantor papahnya.

Akhirnya, ya kami harus pulang ke rumah. Itupun Fatih maunya berdiri di motor, #menolakduduk pokoknya 😂 Sampai di rumah alhamdulillah suami baik sekali mau bersihin Fatih :")

Tadinya kami mau ke kantor suami lagi, tapi ternyata hujan. Jadilah cuma suami yang berangkat. Di luar dugaan, ternyata Fatih malah nangis mau ikut ke papahnya. Agak drama juga karena saya tahu Fatih mengantuk makanya rewel. Akhirnya saya coba mengalihkan perhatian Fatih ke boneka kucing.

Me       : "Ka, liat ini mata memengnya kenapa ya?"
Fatih    : (Masih nangis pelan tapi akhirnya mendekat dan lihat mata kucingnya)
Me       : "Mata memengnya coklat ya? Ngantuk gitu ya memengnya?"
Fatih     : "Memeng ngantuk, mau bobo."
Me       : "Yuk peluk memengnya kasian, ajak bobo."

Fatih pun memeluk boneka kucingnya dan mulai tertidur. Saya mulai sadar mood swing dan malas bicara itu sepertinya akibat sariawan di pipi bagian dalam dan panas dalam. Rahang bawah mulai terasa sakit dan akhirnya saya juga mau ikut tidur dengan Fatih. Baruuuuuuu berapa menit mungkin saya tidur, Fatih tiba-tiba menangis yang dibuat-buat dan cukup mengganggu untuk saya. Udah mah baru reup tidur, rahang bawah nyut nyut an, eh anaknya malah nangis dibuat-buat, mungkin doi sadar tadi lagi nangis ko malah berhenti dan tidur sama boneka kucing 😂

Dipeluk, ditepuk-tepuk, gak buat Fatih berhenti menangis yang akhirnya saya minta pertolongan ke suami. Cerita aja sih pingin nangis Fatihnya rewel, haha. Setelah mendapatkan pukpuk virtual dari suami akhirnya saya balik lagi ke Fatih.

Me     : "Fatih mau bangun?"
Fatih  : "ng........huhuhu."
Me     : "Fatih, liat mama. Kaka mau apa? Mau mimi?"
Fatih   : "Mau mimi."

Duaaaar gitu doang padahal, hahaha. Emang harus sabar dan sadar ya kalau komunikasi tuuuh. Akhirnya anaknya minum terus berhenti nangisnya. Setelah itu? Ya bangun, mamak juga gak jadi tidur siangnya 😭

Ya beginilah #makmaklyfe ~ Sebisa mungkin harus bisa mengendalikan emosi. Pinter-pinteran juga mengalihkan perhatian anak. Karena komunikasi adalah koentji for a happy family.

#hari10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.