Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (6)

Kalau saya ingat-ingat Fatih awal lahir itu kecil banget 2,5 kg. Rapuh, buat gendong aja takut. Terus bisanya ea ea aja, mau nenen ea, pup ea, pipis ea, bosen ea. Sekarang? Dikit-dikit "Mama mau mamam!" "Mama hayu main!" dan mama mama yang lainnya. Dulu cuma guling kanan guling kiri, sekarang udah bisa kabur lari-larian sendiri. Dulu makan harus disuapin, sekarang bisa makan sendiri. Ternyata memang sebetulnya anak itu bisa, cuma memang butuh proses aja.

Fatih yang minggu depan usianya 3 tahun harus belajar mandiri dong ya. Sebagai orang tua, kadang kita kurang sabaran. Padahal tugas kita ya menyiapkan mereka untuk mandiri nantinya. Giliran udah gede apa-apa masih sama kita, kitanya juga yang marah-marah, "Udah gede sih kerjain sendiri masa gak bisa?" Jangan-jangan, karena kitanya yang kurang rajin membisakan dan membiasakan anak, waduh!

Satu hal yang pasti adalah anak itu jagonya meniru. Waktu saya lagi males (jangan ditiru ya, huhu) dan anak minta saya mengerjakan sesuatu, saya suka nyeletuk "Mama mah gak bisa, ke papa aja ya." Contohnya kalau saya lagi ngerjain hal lain, terus Fatih minta tolong buatkan kereta api dari lego. Emang biasanya bikin lego itu sama papanya, jadilah saya nyeletuk begitu. Eh ternyata, pernah ketika saya minta Fatih mengerjakan sesuatu, otomatis langsung menjawab, "Kaka gak bisa." Ealaaaaah.

Akhirnya sadar nih ada yang harus diubah. Bisa dari menahan bilang "Gak bisa" dan diganti dengan "Coba sini, bareng-bareng ya," atau dengan memberi instruksi untuk memberi petunjuk apa yang harus anak kita lakukan seperti, "Coba pelan-pelan tempelinnya, pasti bisa." Kalau berhasil, beri pujian, "Yeee! kaka bisa buat blablabla!" Sampai akhirnya anak terbiasa untuk mau mencoba dahulu sebelum akhirnya menyerah kalau emang mentok gak bisa.

Hal yang lucu adalah, waktu main lego bareng, saya diminta Fatih membuat unta. Setelah mengingat-ingat bentuk unta buatan bapaknya, selesailah si lego itu. Daaaan respon Fatih adalah, "Holeeee mama bisa!!" Wahahaha. Fatih udah bisa muji orang lain :))))

Sama seperti video hari ini, Fatih yang ingin membuat nasi a la bento harus memasukkan nasi ke cetakannya. Daan akhirnya doi bisa dan memuji dirinya sendiri :)))) Yaaaa gapapa dong ya latihan menghargai usaha dan diri sendiri, hihi

Waw, ternyata sudah setengah perjalanan!
Semangattt!!!


#hari6
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.