Skip to main content

Game Level 2 - Melatih Kemandirian (1)

Bismillah~

Hola! Setelah tragedi rapel karena kesalahan teknis akhirnya ada jeda satu minggu lebih untuk menulis lagi tantangan di kelas Bunda Sayang ini. Yang beda adalah hari ini sudah mulai level kedua!

Jadi, kali ini temanya adalah melatih kemandirian anak. Sebelum membahas toilet training Fatih yang belum jelas hilal kapan selesainya, fokus beberapa hari ke depan adalah...hmmm apa ya, bikin Fatih mandiri ketika Fatih ingin melakukan sesuatu yang sebetulnya bisa sendiri tapi doi malah bilang "Ga bicaaaaa" 😂

Di kamar itu ada satu spot rak yang isinya ada buku Fatih dan buku saya juga suami. Tempatnya itu udah sebisa mungkin dijangkau sama Fatih biar kalau Fatih mau baca ya tinggal ambil. Kadang, tanpa ba bi bu Fatih mau ambil sendiri bukunya. Tapi, kalau lagi datang manjanya doi suka bilang, "Ga bicaaa, cama mama aja ambilnya." atau "Ga adaaaa, cama mama cali." Sama kaya kejadian pagi tadi nih. Fatih ingin mewarnai dan bukunya ya ada di rak.


Itu sebetulnya kan tinggal ambil aja ya, tapi lamaaaaaaaa banget tanpa mau cari dulu doi udah bilang gak bisa dan gak ada, maunya sama mama aja (sampe sempet foto, duh!) Kalau kita mangkreng nyuruh cari ya anak juga makin keukeuh sama mama aja, akhirnya dibuat agak tricky dengan bilang, "Eh coba di belakang buku hijaiyah ada gak ya?" Anakpun jadinya mau "nyari" dan taraaaa~ Sebelum nemu buku hijaiyah malah udah nemu buku mewarnainya duluan, hahaha


Dengan muka agak kesel karena ternyata bukunya ada, Fatih akhirnya nyiapin sendiri buku dan pensil warnanya.

Dari situ, jangan lupa kasih apresiasi, "Wah hebat ketemu ya bukunya sama kaka! Pinter ya bisa ambil buku sama pensil warna sendiri!" Selanjutnya, he looked so proud of himself dan warnain sendiri gak pake embel-embel *sama mama* 🙊


Anakpun anteng sendiri dan mamak bisa balesin WA dulu 🙊

Di usianya yang 3 tahun, Fatih sebetulnya udah bisa beberapa hal sendiri. Cuma ya itu, kadang suka datang sindrom "Ga icaaa, ga adaaa," yang ujung-ujungnya apa-apa harus sama mama. Kalau udah begini, harus bisa ngeles atau cari cara lain aja supaya anaknya gak malesan dan mau keluar effort-nya. Coba kita lihat besok-besok masih minta tolong untuk sesuatu yang doi bisa g ya? 😁

#hari1
#gamelevel2 
#tantangan10hari 
#melatihkemandirian 
#kuliahbundasayang 

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.