Skip to main content

Game Level 1 - Komunikasi Produktif (8)

Ada yang lucu pagi ini. Jadi, setelah shalat subuh saya malah tidur lagi. Bangun-bangun jam 8 lewat gara-gara suami manggil-manggil dari kamar mandi.

Hubby : "De! De!"
Me        : (Gercep langsung bangun) "Ya, A?"
Hubby : "Seragam aa udah disiapin belum?"
Me        : "Oh iya belum!"
Hubby : "Yang merah aja ya bajunya!"
Me        : "Hah kenapa yang merah?"
Hubby : "Yang putih mah asa gombrang."
Me        : "Oh yaudah."

Liat anak masih pules tidur padahal mamaknya udah teriak-teriak biar kedengeran sampai kamar mandi barusan. Lalu bangunlah saya terus nyolokin setrikaan, siapin alas setrika, ambil seragam merah punya suami sambil teriak lagi untuk konfirmasi.

Me       : "A, ini beneran yang merah kan?"
Hubby : "Iya yang SP."

Sambil bawa baju ke tempat setrikaan, saya masih bingung kenapa pakai seragam merah bukannya seragam batik. Tapi karena sudah konfirmasi yasudah saya setrika aja.

Suamipun beres mandi, lalu siap-siap untuk pergi kerja. Setelah salim dan sun kening *tsaaaah* saya tanya ke suami mau makan siang di rumah atau enggak. Lalu suami jawab, "Hmm, enggak tau, kayanya Aa ada jadwal ke gudang hari ini." Nah! Terjawablah penasaran saya, mungkin pakai seragam merah karena mau ke gudang, pikir saya. Cuss lah suami berangkat, saya masuk rumah dan ternyata Fatih sudah bangun sedang duduk-duduk di kasur. Gak berapa lama suara motor suami kedengeran lagi, lah kok balik lagi?

Sambil saya buka pintu, suami sudah menyahut dari luar.

Hubby : "De, ini teh hari Kamis ih!"
Me        : "Lah iya emaaang."
Hubby : "Rarasaan Aa ini hari Rabu"
Me   : "Wahaha pantesan naha nyuruh seragam merah bukan batik 😂"
Hubby : "Iya Aa gak ngeh padahal tadi sebelum berangkat liat foto Aul pake batik. Pas tadi di motor baru kepikiran, eh kok Aul pake batik. Baru aja sadar ini hari Kamis, hahaha 😂"

Suami pakai seragam merah SP 😂


Saya ambil baju batik dan nyalain setrikaan lagi. Kami masih tertawa sama kekonyolan masing-masing, suami yang gak sadar hari dan saya yang udah tau suami salah seragam bukannya pok bilang kenapa gak pakai batik di hari Kamis malah manut-manut aja 😂

Akhirnya setelah selesai setrika suami ganti baju dan berangkat kerja lagi.
Suami sudah pakai seragam Batik, hore~

Betul sih ketika kita berkomunikasi itu harus menyertakan si 2C (Clear and Clarify). Saya dan suami yang teriak-teriak antara kamar dan kamar mandi jadi salah satu faktor kurang berhasilnya komunikasi pagi ini. Akan lebih baik jika saya nyamperin ke kamar mandi, jadi instruksi setrika seragam bisa lebih jelas, tenang, dan gak pake teriak-teriak diobrolinnya. Selain itu memang kejelasan saya dalam menyampaikan pesan juga kurang, kenapa coba gak konfirmasi lengkap tanya kenapa pakai seragam merah hari Kamis, bukannya pake batik 🙈

Yak, jadi pelajaran deh ya untuk mengurangi asumsi-asumsi sendiri. Betul-betul harus clear dan juga bisa minta klarifikasi biar tidak salah hasil akhirnya, haha.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.