Bismillah~
Saat orang-orang mulai sibuk dengan #HariPertamaSekolah, tahun ini Fatih masih di rumah dan belajar ama mamanya, gak apa-apa ya, nak? Hehehe
Pagi-pagi Fatih main sama buaya-buayaan punya papanya. Awal punya mainan ini beberapa hari yang lalu Fatih masih takut dan bahkan melarang mama papanya untuk main. "Jangan! Takut digigit!" Terlepas dari ini memang cuma mainan dari plastik, tapi ya memang konsepnya digigit beneran, dicapit gitu dan suaranya keras, hahaha. Setelah kesini-sini lihat mama sama papanya main terus diajakin terus, akhirnya doi pun memberanikan diri, asal dipegangin mulut buayanya. Setelah itu? Ya jadi suka, ini pagi-pagi aja udah mainin. Kadang buayanya diajak ngobrol, kadang diajak sambung ayat (Fatih voice over buayanya, hahahaha)
![]() |
| Ekspresi saat gigi yang dipilih bukan zonk :"D |
Puas bermain dengan buaya, Fatih menyalakan speaker quran, minta 'amma yang papa katanya. Nah, mumpung anaknya yang minta, akhirnya saya coba alihkan untuk menghafal surat Al-Lahab. Saat pertama didengar, anaknya langsung ngeh, "Ih, kaya di kereta api!" Maksudnya murottal yang backgroundnya kereta api di TV. Berarti telinganya memang sudah peka dan apa yang didengar diingat oleh Fatih, macam si Shopee Liga 1 itu. Saya coba membantu melafalkan per kata untuk ditiru oleh Fatih. Setelah mulai familiar, saya repeat one ayat pertama surat tersebut. Hasilnya......
Alhamdulillah, setidaknya dari audio ini Fatih bisa meniru panjang pendek dan pelafalannya yang benar. Telinga dan mulut anak masih sangat sensitif jadi bisa belajar bagaimana agar suara yang keluar mirip seperti yang dicontohkan. Ya beginilah, mamaknya pas-pasan, jadi dibantu speaker quran, terus nanti dikoreksi lagi ama papanya, hehehe~
Setelah lebih dari 30 menit itu satu ayat diputar-putar, doi mulai bosan mendengarkan dan mengikuti murottalnya (yang dia sambil guling-guling, sambil main lego juga). Speakernya dimatikan, terus Fatih ambil buku. Doi baca sendiri dan bercerita tentang halaman yang dibacanya sesuai versinya Fatih. Belakangan ini memang sih tumben Fatih senang ambil buku lalu baca sendiri, padahal kalau dulu suka minta dibacain. Berulang kali juga Fatih suka ujug-ujug bilang, "Mama, kaka mau dede bayi." Duh kasian ya, sempet mau jadi kakak beneran, eh ga jadi 😅 Sama kaya sekarang, sambil membolak-balikan buku doi bahas lagi soal dede bayi.
"Mama liat atuh," Fatih meminta saya untuk melihat (sekaligus nemenin maksudnya) dia membaca buku. Fatih lmenceritakan garis besar dari apa yang pernah saya bacakan, selebihnya doi improvisasi, lebih banyak mengidentifikasi gambar-gambar yang ada di buku dan bertanya, "Kok ini warnanya pink mama? Kok ini ada kerja papa? (Lambang PLN maksudnya) Kok orang gak ada matanya?" daaaaaan lain-lain yang bikin mamanya harus banyak ngeles tapi jujur buat jawab, hahaha~
Ya itulah kegiatan pagi-paginya Fatih. Dan ada bonus~ Se-fruit kerandoman Fatih yang main sama dus~ Dusnya jadi topi, jadi tangan robot, jadi topi robot juga katanya :"D
Secara gak langsung ternyata anak itu banyak banget belajar dari kegiatan sehari-harinya. Banyak potensi yang bisa dioptimalkan, dari anak yang senang berimajinasi, senang meniru, senang mengidentifikasi, ya tinggal kitanya yang harus siap memfasilitasi itu semua. Dari sini bisa dilihat:
1. Visual
-Mengobservasi orang lain sebagai pengalaman dan pelajaran (Saat bermain Crocodile Dentist)
-Menggambarkan objek seperti objek lainnya (Buaya-buayaan disepertikan objek hidup)
-Memperhatikan cara melafalkan (Saat menghafal Al-Lahab)
-Senang membaca buku dan mengidentifikasi gambarnya (Membaca buku tentang Allah dan bayi lalu menghubungkannya dengan keinginannya memiliki dede bayi, mengidentifikasi gambar di buku dan menanyakan yang tidak diketahuinya)
-Berimajinasi dengan objek yang ada (Menjadikan dus sebagai topi, tangan, dan kaki robot)
-Tidak terditraksi dengan keramaian (Fokus ketika main Crocodile Dentist, mendengar murottal, dan membaca buku)
2. Auditori
-Menirukan suara-suara yang pernah didengar (Respon Fatih saat berhasil memilih gigi di Crocodile Dentist, mengikuti murrotal Al-Lahab, voice over Buaya)
-Menceritakan kembali yang pernah didengar (Saat membaca buku)
3. Kinestetik
-Melakukan sesuatu sambil berbicara (Bermain Crocodile Dentist sambil mengungkapkan perasaannya seperti takut, kaget, bisa. Mengulang ayat sambil guling-guling dan main lego)
-Menirukan gerakan yang pernah diajarkan atau dilihat (Saat bermain robot-robotan dari dus)
-Menggerakan anggota tubuh saat menjelaskan (Sambil bercerita Fatih seringkali diikuti gerakan tangan, kepala, dan mimik wajah)
Waw hari yang padat yaaa~ Rasanya pingin nulisin banyak hal, tapi sadar ini semua kebanyakan observasi, belum ke stimulus. Eh ya ada sih dikit di bagian hapalan. Ya pokoknya harus bisa dioptimalkan deh potensi anaknya, semangat!
#harike5
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbundasayang




Comments
Post a Comment