Skip to main content

Game Level 4 - Gaya Belajar Anak (4)

Bismillah.

Ayah-anak time~ Berhubung saya ada jadwal kajian rutin bulanan, Fatih pun jadinya ada waktu lagi untuk berduaan sama papanya, hohoho~

Pagi-pagi suami dan Fatih antar saya ke tempat kajian. Setelah itu pulang lagi ke rumah. Tik tok tik tok tik tok~ Tring! Ada WhatsApp dari suami yang isinya video Fatih. 


Dari situ, bisa dilihat kalau Fatih masih ingat apa yang ditontonnya, doi hafal ada kartun sepakbola. Sayangnya, nama kartun sama nama papanya mirip-mirip dan jadi kecampur diingatannya, hahahaha. Sejak kapan Captain Tsubasa jadi Captain Subagja? Gak tahu juga 😂

Setelah saya selesai acara, suami dan Fatih jemput lalu lanjut ke Perumnas. Setelah dzuhur kami pun makan siang ke dekat Masjid Perum Peruri. Selama menunggu makan, Fatih tidak mau diam 😂 Sering mengelilingi meja sambil berbicara sendiri. Lalu tiba-tiba Fatih memanggil, "Mama mama! Liat ada huruf Y! Tuh Y"

Fatih menunjuk-nunjuk tiang rangka yang mirip huruf Y dan W. Karena tiangnya banyak jadi ya diulang-ulang terus. Setelah itu juga doi rajin memperhatikan sekitar, mengeja, mendeskripsikan apa yang dilihat. Dari dede bayi, angka meja, ya apa aja sejauh matanya memandang~

Ah iya! Ada yang lucu~ Berhubung papanya Fatih seneng nonton sepakbola, jadi ya mau gak mau kami semua jadi ikut mendengarkan dan juga nonton. Yang gak disangka adalah........


Lagu Shopee Liga 1 pun akhirnya dinyanyikan oleh Fatih :") Ini gak ada yang ngajarin, cuma modal sering mendengarkan, eh ternyata diikutin juga. Ba ha ya~

Ternyata benar ya, anak usia segini memang usianya eksplorasi. Dilihat-lihat ternyata belum jelas kecondongan gaya belajarnya kemana, atau apakah emang masuk semuanya? Hmmm, gak tau 😂 Kesimpulan aktivitas hari ini:

1. Visual
-Mengingat rekam kejadian (Pernah menonton acara kartun Captain Tsubasa, lebih mengingat grafis dibanding nama)
-Berimajinasi antara pengalaman dan penglihatan (Menyamakan huruf dengan tiang rangka bangunan)
-Senang melihat benda dan mampu mendeskripsikan (Saat makan siang)

2. Auditori
-Menirukan suara-suara yang pernah didengar (Hafal lagu Shopee Liga 1)

3. Kinestetik
-Berbicara sambil melakukan sesuatu (Saat makan siang)

Setelah 4 hari mengobservasi, waw ternyata menyenangkan ya! Setiap apa yang dilakukan anak jadinya dianalisis ceritanya, hahaha. Jadi besok ku masih masih mau observasi lagii~ Semangaaat!

#harike4
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.