Skip to main content

Aliran Rasa Game Level 3 - Family Project

Alhamdulillah.


Akhirnya tantangan kali ini selesai meskipun prakteknya masih berlangsung 😄

Melatih kecerdasan anak usia 3 tahun memang susah-susah gampang. Di saat anak sedang dalam masa mudah menyerap informasi dan meniru sekelilingnya, ada PR besar bagi saya sebagai orang tua untuk mendampingi anak agar tidak salah menyerap ilmu.

Rasanya, ingin ngejejelin anak ilmu ini itu dari A sampai Z. Tapi nyatanya, semua ada porsinya. Saya harus memilah apa dulu nih yang harus dicapai sama Fatih? Kenapa? Berapa lama? Gimana caranya? Karena memang gak bisa semuanya dikasih ke anak, harus lihat kebutuhannya dan apa dampak ke depannya. 

Kalau dibilang bingung, selama tantangan ini kadang bingung harus laporin apalagi, hahaha. Karena ya memang target yang ingin dicapai sudah jelas dan metode yang dipake semacam drilling, mengulang-ngulang terus materinya. Ya paling divariasikan medianya. Jadi berasa monoton kali ya?

Tantangan kali ini lebih jadi rem untuk saya. Fokus pada apa yang ingin dicapai, gak bercabang jejelin segala macem yang akhirnya malah gak maksimal ke Fatihnya. 

Ya semoga kedepannya bisa lebih maksimal lagi yaaa~ Semangat!

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.