Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (4)

Bismillah..


Agak dilema buat saya mengenalkan uang ke Fatih. Takut nantinya minta uang dan bisa kabur ke warung sendiri 😂

Tapi setelah dipikir-pikir, Fatih juga harus mengerti mamanya lagi pegang uang berapa, cukup gak sama apa yang ingin dibelinya. Salah satu contohnya adalah beli jamu yang jadi rutinitas Fatih tiap sore. Fatih tahu harga jamunya 2.000 rupiah dan tahu uang 2.000 itu seperti apa. Fatih dibiasakan untuk bawa uangnya sendiri dan ambil jamunya sendiri, saya ngintip aja dari jendela 🙊 Sore tadi, saya sengaja kasih Fatih uang 500-an 4 buah. "Kok uangnya gini sih?" Padahal kan sama aja jumlahnya 2.000 😂 Saya bilang aja gak apa-apa, coba kasih ke mas jamunya dan taraaa dikasih toh jamunya 😂 Masih terheran-heran tapi anaknya lanjut minum jamunya sampai habis. Terus lupa deh bahas soal uang 500 nya 😐

Selain itu, Fatih mulai penasaran dengan transaksi. Kalau mau bayar parkir, Fatih minta karcis dan uangnya. Doi yang kasih ke penjaganya. Tadi pun saat kami mau bayar makan malam, Fatih menyabet uang dari tangan saya (beneran diserobot uangnya) dan bilang, "Sama kaka aja." Saat bayar ke kasir, Fatih yang kasih uangnya dan saya suruh ambil kembaliannya. Agak bingung mungkin, uang 100.000 satu lembar dikembaliin uang berlembar-lembar, wkwkwk. Doi cuma tanya, "Kok uangnya jadi banyak?" 😂 Tanpa memberi kuliah matematika, saya cuma bilang, "100.000 kebanyakan, jadi dikembaliin sama mbanya." Fatih pun ber oooooh ria tanpa saya tahu beneran mengerti atau hanya sekedar puas saya jawab pertanyaannya.

Besok ada apa lagi ya?

#hari4
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.