Bismillah..
Agak dilema buat saya mengenalkan uang ke Fatih. Takut nantinya minta uang dan bisa kabur ke warung sendiri 😂
Tapi setelah dipikir-pikir, Fatih juga harus mengerti mamanya lagi pegang uang berapa, cukup gak sama apa yang ingin dibelinya. Salah satu contohnya adalah beli jamu yang jadi rutinitas Fatih tiap sore. Fatih tahu harga jamunya 2.000 rupiah dan tahu uang 2.000 itu seperti apa. Fatih dibiasakan untuk bawa uangnya sendiri dan ambil jamunya sendiri, saya ngintip aja dari jendela 🙊 Sore tadi, saya sengaja kasih Fatih uang 500-an 4 buah. "Kok uangnya gini sih?" Padahal kan sama aja jumlahnya 2.000 😂 Saya bilang aja gak apa-apa, coba kasih ke mas jamunya dan taraaa dikasih toh jamunya 😂 Masih terheran-heran tapi anaknya lanjut minum jamunya sampai habis. Terus lupa deh bahas soal uang 500 nya 😐
Selain itu, Fatih mulai penasaran dengan transaksi. Kalau mau bayar parkir, Fatih minta karcis dan uangnya. Doi yang kasih ke penjaganya. Tadi pun saat kami mau bayar makan malam, Fatih menyabet uang dari tangan saya (beneran diserobot uangnya) dan bilang, "Sama kaka aja." Saat bayar ke kasir, Fatih yang kasih uangnya dan saya suruh ambil kembaliannya. Agak bingung mungkin, uang 100.000 satu lembar dikembaliin uang berlembar-lembar, wkwkwk. Doi cuma tanya, "Kok uangnya jadi banyak?" 😂 Tanpa memberi kuliah matematika, saya cuma bilang, "100.000 kebanyakan, jadi dikembaliin sama mbanya." Fatih pun ber oooooh ria tanpa saya tahu beneran mengerti atau hanya sekedar puas saya jawab pertanyaannya.
Besok ada apa lagi ya?
#hari4
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional
Comments
Post a Comment