Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (1)

Bismillah~


Setelah skip level 7 🙈 sekarang coba kembali ke track lagi, mudah-mudahan gak ada kendala lagi ya, yo semangat yoo~

Tema kali ini tentang cerdas finansial yang awalnya bikin mikir, ini anak 3,5 tahun gimana ya kalau disuruh mengelola keuangan 😐 Etapi untunglah ada diskusi dan jadinya mengenalkan konsep rezeki bisa jadi salah satu materi untuk disampaikan.

Kalau ditanya Fatih sering jajan atau engga, untuk anak seusianya bisa dibilang gak suka jajan, jarang bangetlah. Paling kalau mau ikut pergi mamanya ngaji, baru deh Fatih diajak ke warung untuk beli susu dan cemilan buat ganjel selama nemenin saya. Tahu jajan juga dari Umi, Enin, sama Abahnya yang suka bawa ke warung kalau lagi ngasuh atau ngolo pas lagi rewel 😂

Pernah waktu Fatih ikut saya ke warung untuk belanja, Fatih menunjuk Yupi ingin dibeli. Tapi tapi tapi gak ada tuh perjanjian Fatih buat jajan, kan judulnya ikut mama belanja ke warung. Akhirnya gak saya turutin dan cus bawa Fatih pulang. Sampai rumah Fatih tetap merengek mau Yupi. Lalu saya bilang, "Kan cicisnya buat belanja, Ka. Gak ada buat jajan, abis." Dan dengan entengnya Fatih bilang, "Mama ambil cicis lagi atuh," yang maksudnya adalah ambil uang di ATM 😂

Konsep uang di pikiran Fatih itu, kalau di rumah udah gak ada uang, berarti tinggal ambil di ATM. Karena memang dibiasakan begitu sama kami, wkwkwk. Fatih sering diajak ke ATM, masukin kartu, ambil uangnya, ambil lagi kartunya. Jadi udah macam sulap aja gitu, waaa uang kami habis, ayo kita ke ATM~ Dan triing punya uang lagi deeh~

Setelah dipikir-pikir, bahaya juga ya. Fatih belum mengerti kalau uang itu harus dicari, dimanfaatkan sebaik mungkin, dan memang rezeki itu dari Allah, bukan ATM 🙈 Cocok deh sama topik kali ini, yo kita mulai yoo~

#hari1
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.