Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (3)

Bismillah~


Akhir pekan artinya seharian bersama suami dan anak~ Hari ini kami berencana belanja bulanan, meskipun sebetulnya belum akhir bulan tapi berhubung beberapa item penting di rumah habis sebelum waktunya dan mamak pemburu diskonan jadilah belanja dimajuin, hehehe.

Seperti biasa, saya sering lihat katalog akhir pekan barangkali ada diskon yang menggiurkan 🙊 Ternyata kali ini ada diskon susu UHT yang memang jadi incaran. Kan lumayan ya kemarin-kemarin belinya di warung terus bedanya sampai 1.000/pc #eaaa

Saya sounding Fatih belanjaan utama kami, khususnya kebutuhan Fatih seperti susu dan pasta gigi. Sesampainya di tempat belanja, Fatih hanya ingin susu 6 buah saja, padahal saya sudah bilang mau beli susu yang banyak. Ya salah juga sih, buat Fatih 6 itu udah banyak, wkwkwk. Jadilah kami bernegosiasi di tempat dan menjelaskan bahwa ini sesuai dengan kebutuhan Fatih ke depannya. Akhirnya doi mau dan memilih rasa strawberry.


Alhamdulillah, meskipun lihat macam-macam barang dan mainan yang unik, Fatih gak minta dibeliin, karena memang fokusnya mau beli susu dan pasta gigi 😂 

Ngomong-ngomong soal mainan, tadi pagi Fatih dan papanya ngobrol-ngobrol soal mainan kereta api. Jadi Fatih lihat video mainan kereta api dan bilang ke papanya kalau ini lho kereta yang ku pingin tuuh 😂 Tanggapan papanya adalah, nanti dibelikan kalau disunat saja, atau coba hafalin lagi surat An-Nabanya. Tring! Ku dapat ide! Setelah sekian lama mulai kendor hafalannya, rasanya malah saya yang semangat lagi buat nambah hafalan Fatih. Jadi target saya bakalan ngasih Fatih mainan kereta api kalau berhasil hafalin An-Naba. Hmm, mari kita coba~

#hari3
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.