Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (8)

Bismillah..


Pagi-pagi udah jajan~ Niatnya beli beras 3 liter, eh ada kembalian 3.000. Fatih yang ikut ke warung tiba-tiba menunjuk B*ng-b*ng di etalase. Pas ditanyain harganya 1.500. Hmm 1.500 lagi saya aja yang jajan, hoho. Belilah satu J*tZ plus satu M*m*gi. Sama-sama jajan 1.500 kan ya, ehehe.

Sampai di rumah, Fatih makan jajanannya, saya juga makan jajanan saya. Seudah abis, eh Fatihnya mau katanya. Ooo tidak bisa, sudah habis 😂 Ya mau bagaimanapun, tadi udah deal dengan uang segitu mau dijajanin apa. Barulah Fatih pasrah menerima kenyataan 😁

Sore harinya, mamang roti anget lewat. Fatih cuma kode, "Eh mamah, ada roti anget. Dulu kaka suka beli ya." Terus saya langsung tanya aja, "Kaka mau roti anget?" Tanpa ba bi bu langsung teriak, "Mau!!!!" Pergi deh doi ke depan rumah, manggil mamangnya, terus minta yang strawberry. Eh ternyata gak ada, mamangnya bilang adanya blueberry, doi iya iya aja mungkin sama-sama ada berry-nya 😂 Saya yang ngintip di jendela berasa wah liat anak jajan sendiri 🙈

Gak berapa lama, suara khas mamang jamu kedengeran. Lah, biasanya duluan mamang jamu daripada roti. Saya tawarin ke Fatih siapa tau doi mau jamu, waktu itu kan libur, terus sempet juga mamangnya gak ada lewat sama sekali. Pas mamang jamunya berhenti depan rumah, Fatih ternyata inisiatif ke depan sendiri. "Mang libur dulu, udah beli roti." Mamangnya cuma jawab, "Oh iya deeek~" Oalaaaah ini anaknya padahal udah ditawarin mau jamu ya beli aja gak apa-apa. Ternyata udah punya pertimbangan sendiri :")

Malamnya, suami minta dibelikan susu b*ruang ke warung. Fatih pun ikut. Sampai di warung, Fatih menunjuk ciki J*tZ sambil bilang, "Mama, kaka mau itu yang kaya mama. Satu aja boleh?" Duh kasian juga ya 😂 Jadilah dibelikan, mintanya juga cukup satu gak lebih, ehehe. Alhamdulillah.

#hari8
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.