Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (2)

Bismillah~


Selepas suami berangkat ke kantor, saya banyak diam di kamar, mata masih berasa perih, hidung kadang plong kadang mampet. Fatih yang mengerti mamanya lagi gak enak badan akhirnya main sendiri di ruang tengah. Yang terdengar oleh saya hanya bunyi lego yang sedang disusun.

"Gujus gujus, gujus gujus...." Oh, kereta legonya selesai disusun. Setelah puas memutar kereta, Fatih mulai role play dan voice over dengan mainan buayanya. Kurang jelas topik pembicaraannya apa, yang ada Fatih langsung lari ke kamar lalu bercerita ke saya tentang obrolannya dengan buaya.

"Mama mama, tadi kaka bilang ke buaya, kaka bikin kereta dari lego, terus kepala keretanya ga bagus. Terus buaya bilang, 'beli atuh,' terus kata kaka kan papanya kerja."

Lucu nian anak ini kalau udah "menyerupai" suara buaya 😂 Dan kepikiran banget buat bilang, "Beli atuh." Emang sih wish list Fatih banget buat beli kereta api yang kadang dia curi-curi tonton di Youtube papanya. Kami juga sempat lihat di toko mainan, cuma harganyaaaaa 😂😂😂😂🙈🙊 Lalu saya pun bilang ke Fatih, "Tapi mau beli juga harga keretanya mahal ya, Ka." Dengan lesu Fatih bilang, "Iya mahal :( Kaka main kereta lego dulu aja."


Alhamdulillah, seenggaknya Fatih tau mana yang memang terjangkau mana yang engga meskipun sebetulnya dia ingin banget punya barang itu.

Sorenya, saya ingin coba lihat apa Fatih memang bisa berkomitmen dengan pilihannya yang terbatas atau tidak. Biasanya sore itu ada mas mas jamu langganan Fatih. Kali ini sebelum masnya datang saya bilang ke Fatih kalau setelah mengaji mau beli es krim. Fatih pun mau es krimnya dong ya. Yasudah saya ajak Fatih mengaji dulu Iqra dan hafalan surat An-Naba. Di tengah-tengah mengaji, mas jamunya datang. Lalu Fatih yang terbiasa beli udah siap-siap mau nyamperin. Saya kasih pilihan, "Kaka mau jamu atau mau es krim kaya mama? Kalau beli jamu, berarti ga beli es krim, cicisnya cuma ada buat salah satu." Fatih pun memilih mau es krim saja dan bilang ke mas jamunya, "Mang libur dulu." 😂😂😂

Alhamdulillah, udah bisa diminta memilih salah satu di antara dua yang dia suka. Besok weekend nih, pasti ada yang bisa dieksplor lagi. Semangaat~

#hari2
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.