Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (5)

Bismillah..


Tidak seperti biasanya, pagi ini Aa ketoprak lewat lebih awal dari biasanya. Fatih yang tadinya merengek ingin dibuatkan sarapan macam bekal papanya mendadak langsung lari ke jendela menengok ketoprak Aa yang lewat sambil bilang ke saya, "Mama, kaka mau ketoprak Aa." Takut keburu jauh dan lama kalau saya kerudungan dulu Fatih langsung inisiatif keluar rumah dan panggil mamangnya setelah mendapat kode boleh dari saya.


Anaknya udah berani pesen sendiri dan jawab kalau ditanya sama Aanya 😂 Selesai beli, Fatih harus dong menghabiskan ketopraknya. Sisa dua potong lagi padahal, lalu saya bilang, "Harus habis ya nanti mubazir, kan tadi kaka mau beli, jadi harus dimakan sampai habis." Ya meskipun banyak iklan akhirnya si lontong dua potong itu habis juga~

Oh ya, pesan papanya setiap berangkat kerja di gerbang pagar itu, "Fatih, nanti ngaji yaa sama Mama." Maksudnya tuh ngaji Iqra sama menghafal lagi. Lucunya, Fatih membalas, "Ngaji 'Amma papa? Nanti kalau kaka hafal beli kereta api?" Papanya hanya bisa ketawa 😂

Sore ini Fatih tiba-tiba ingat belum menghafal. Lalu menghampiri saya dan bilang, "Mama kaka mau beli kereta api, hayu ngaji 'Amma." 😂😂😂😂 Mumpung semangat eh beneran dong anaknya lancar bacanya terus bisa nambah satu ayat. Katanya, "Nanti kaka hafalin lagi 'Amma, terus kaka dibeliin kereta api deh." Oalaaah janjinya keserep sama anak, hahaha. Gapapa deh yang penting jadi mau menghafal dulu ya, nanti jadi terbiasa tanpa ada reward, hehe. Semangaaat~

#hari5
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.