Skip to main content

Game Level 8 - Cerdas Finansial (10)

Bismillah~


Hola weekend~ Rencana hanyalah rencana, Allah yang menentukan ya πŸ˜„ Tadinya hari Sabtu ini berencana mau renang. Qodarullah papanya mendadak disuruh datang ke kantor, mamanya juga ada jadwal ngaji, padahal Fatih udah dijanjiin mau berenang πŸ™ˆ

Untungnya Fatih gak ribet anaknya, dibilanglah kalau hari ini papanya gak libur, gantinya Fatih ikut mama ngaji aja. Biasanya, kalau mau ngaji Fatih bawa perbekalan biar anteng. Dari rumah Fatih bawa susu 3, yang satu buat dede bayi anaknya guru ngaji, yang dua buat Fatih katanya. Lalu sekalian berangkat kami pergi dulu ke warung untuk beli snack buat ngemil.

Saat di warung, Fatih hanya meminta ciki J*tZ dua buah, M*m*gi satu, dan B*ng-b*ng satu. Dihitung-hitung habis 4.000 rupiah saja. Mamanya yang mikir-mikir lagi takut nanti cemilannya habis duluan sebelum selesai pengajian jadilah nambah ini itu dan total belanjaan jadi 10.000 rupiah.

Sampai di tempat pengajian, Fatih mulai buka cemilan satu per satu. Dede yang lihat Fatih ngemil mulai terlihat ingin ikut makan ciki J*tZ juga. Alhamdulillah tadi beli lebih dan Fatih mau berbagi makanannya. Selesai pengajian kamipun pulang. Setelah saya pilah-pilah sampah bekas cemilan dan cemilan yang masih utuh, ternyata Fatih hanya makan yang memang dia pilih saja πŸ˜‚ Yang saya belikan lebihnya tidak dimakan sama sekali selama di pengajian. Malah pas Fatih lihat sisa cemilan berasa diingetin kalau doi lupa kasih susu buat dedenya πŸ˜‚

Nasib sisa cemilanpun akhirnya dimakan sama mamanya, ada juga sih yang dimakan Fatih tapi tadi sore dimakannya πŸ˜‚ Pelajaran banget buat saya, anaknya udah tahu kebutuhan dan kapasitas dia itu segimana, tapi malah mamanya yang boros mengatasnamakan antisipasi #cailaaa

Ke depannya harus lebih percaya sama Fatih ya. Sekaligus menanamkan tanggung jawab atas pilihannya :") Semangat!

#hari10
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#cerdasfinansial
@institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.