Bismillah.
Kebetulan banget, pas materi tentang fitrah seksualitas anak, eh pas Fatih juga beli buku yang memperkenalkan tentang aurat. Setelah sekian lama absen beli buku, akhirnya koleksi buku Fatih nambah lagi, dan kelihatan banget kalau doi seneng punya bacaan baru.
Bukunya khusus membahas tentang aurat laki-laki. Ada sih yang perempuannya disinggung sedikit. Selain tentang aurat, dibahas juga tentang apa yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Jadi buat saya buku ini sesuai untuk Fatih dan alhamdulillah anaknya dengan mudah memahami nilai-nilai di buku tersebut.
Hal itu terlihat saat tiap pakai celana pendek, Fatih merasa risih jika lututnya terlihat, "Kan aurat!" Gitu katanya. Sama ketika kami ke Bandung minggu lalu, Eninnya membelikan celana pendek, eh ditolak sama Fatih, katanya malu nanti keliatan auratnya 😂
Selain itu, ada nilai bahwa hanya orang-orang tertentu yang boleh membantu si anak yang mengharuskan auratnya terlihat seperti mandi, berpakaian, dan diperiksa dokter. Efeknya? Selama di Bandung Fatih gak mau mandi dan pipis ditemenin selain sama Mama/Papanya 😂 Terus buka celana atau baju juga harus di kamar mandi, malu katanya. Etapi kadang setelah selesai doi masih keluar kamar mandi belum pake celana, wkwkwk.
Tugas kami disini adalah konsisten. Bahwa kalau itu aurat ya aurat, tidak boleh terlihat. Kadang kami ingin anak menjaga auratnya, eh kami juga sebagai orang tua yang suka "maklum" untuk melanggar. "Gak apa-apalah sebentar ini, gak apa-apalah anak kecil ini, gak apa-apalah blablablabla" Yang secara tidak langsung tertanam pada anak bahwa melanggar suatu aturan itu ya gak apa-apa, ada pemakluman dan banyak alasan.
Bismillah ya, mari kita konsisten~
#Gamelevel11
#Day11
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Comments
Post a Comment