Skip to main content

Game Level 12 - Keluarga Multimedia (3)

Bismillah.

Hari ketiga~ Aplikasi andalan kali ini adalah Cookpad! 
 
Entah apalah jadinya kalau gak ada aplikasi ini :") Resep-resep bersliweran tapi suka berantakan entah ada dimana. Kadang nemu di IG, antara disave atau di SS, setelah itu pas mau dipake, bingung nyarinya, scroll scroll keburu kenyang :))))

Di Youtubepun sama, resep banyak, plus video cara masaknya juga. Cuma kelebihan Cookpad itu bisa lihat resep dari ranking yang berarti tingkat keberhasilan dan rasa dari masakan itu juga fitur saved and searchnya yang masih juara. Selain itu, kita juga bisa modifikasi resep yang ada. Seperti yang terlihat, saved masakan saya udah banyak banget, wkwkwk.

Selain kelebihannya yang sangat membantu saya sebagai seorang amatiran dalam memasak, tentu ada kelemahannya. Yaitu, berbayar! Eh, hahaha. Bukan kelemahan deng, tapi ini mah emang sayanya gak subscribe padahal kebilang murce. Fitur-fitur seperti offline resep (resep yang didownload) dan akses langsung ke resep terbaik bisa didapatkan ketika kita berlangganan. Triknya, kalau lagi gak ada kuota ya SS selagi ada koneksi 😂 Dan untuk dapetin resep terbaik saya biasanya scroll sampe nemu foto masakan yang mirip sama yang ranking 1 itu, ehehe.

Jadi, alhamdulillah ya aplikasi ini masih sangat memanjakan pengguna gratisan macam saya, ehehe.

#HariKe3
#Tantangan10Hari
#Level12
#KeluargaMultimedia
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.