Skip to main content

Game Level 11 - Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak (13)

Bismillah.


Kali ini, saya akan mereview salah satu media yang digunakan untuk memperkenalkan fitrah seksualitas khususnya mengenali bagian-bagian tubuh yang harus dilindungi. Media yang digunakan adalah buku berjudul "Belajar Adab Menjaga Aurat" dari Canun Kamil dan Fufu Elmart.


Untuk Fatih yang akan berusia 4 tahun, buku ini cukup mudah untuk dipahami dan menarik saat dibaca. Penggambaran bahwa anak laki-laki didekatkan dengan ayahnya untuk menjelaskan tentang aurat bagi saya sangat menarik. Peran ayah dalam mendidik fitrah seksualitas dihadirkan dalam buku ini. Ayah menjadi role model bagi anaknya dengan mencontohkan bagaimana kebiasaan ayah berpakaian sehari-hari yang menutup aurat.

Selain itu, dijelaskan pula siapa yang boleh dan tidak boleh menutup aurat, juga bagian-bagian tubuh yang tidak boleh dilihat dan dipegang oleh orang lain. Aurat perempuan dijelaskan secara singkat dengan contoh ibu dan saudara perempuannya. Yang penting adalah, ada penjelasan kenapa orang tua boleh melihat aurat anak dan sampai kapan hal tersebut dibolehkan. 

Hal yang membuat bingung Fatih adalah ada bagian dimana dijelaskan bahwa tidak apa-apa menggunakan celana pendek di rumah, diizinkan karena masih kecil. Lalu hal ini menjadi double standard bagi Fatih, katanya itu aurat, tapi kalau di rumah gak apa-apa pakai celana pendek, kalau di rumah ada Enin, Abah, Bibi Lala, Umi, bagaimana? Kan malu. Ya simpelnya sih selama di rumah cuma ada mama sama papa tidak apa-apa. Cuma, memang penting juga ya konsistensi orang tua mengenai definisi rumah dan kondisi seperti apa kita harus menjaga aurat.

Fatih menyerap betul apa yang dibacanya di buku ini. Doi sering bilang, "Ih malu ih auratnya keliatan," kalau aurat saya, suami, atau dirinya sendiri terlihat. Fokusnya masih pada dirinya sendiri sih, aurat saya mah belum terlalu dipahami sama Fatih, seperti adab berpakaian di rumah bagaimana. Untuk perempuan, Fatih tahunya saya harus pakai kerudung kalau ada orang lain atau akan keluar rumah. Itu aja, hehe.

Alhamdulillah bukunya bermanfaat :)

#Gamelevel11
#Day13
#KuliahBunSayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.