Skip to main content

Game Level 12 - Keluarga Multimedia (1)

Bismillah..

Tugas kali ini adalah mereview aplikasi ataupun website yang sering digunakan dan bermanfaat, juga berfaedah 😆 Kan ada juga yak aplikasi yang sering digunakan tapi jatohnya jadi ngabisin waktu tapi gak tau apa yang didapet 😂


Nah, aplikasi numero uno buat saya adalah: Money Lover, huahaha. Maaf ya soal percicisan memang sangat sensitif~

Pakai aplikasi ini udah cukup lama, cuma yang dibutuhkan itu memang konsistensi ya. Saya sudah mencoba beberapa aplikasi pencatat keuangan, tapi buat saya belum ada yang lebih nyaman dan sistematis dari ini.

Keuangan dapat ditrack pemasukan dan pengeluarannya. Terdapat beberapa kategori yang nantinya membantu kita untuk mengevaluasi selama satu bulan ini (atau atur sendiri rentang waktunya) kita itu over pengeluarannya sebelah mana sih.


Untuk menambahkan transaksi, terdapat beberapa opsi seperti pemasukan, pengeluaran, dan yang terpenting hutang piutang, uhuk. Suka lupa kan ya siapa yang berhutang dan udah dibayar apa belum gitu 😋


Lalu fitur lainnya juga bagus sih, untuk sekelas free app, tanpa pake yang premium masih bisa pakai fitur-fitur yang penting.


Yang pernah saya pakai itu Anggaran, Acara, Mode Perjalanan. Anggaran membantu untuk limiting budget sih, jadi reminder gitu kita menganggarkan misal buat makan di luar berapa banyak. Cuma ternyata suka lebih dari yang dianggarkan, wkwkwk. Lalu Acara dan mode perjalanan ini semacam satu paket gitu sih. Saya pernah pakai waktu trip ke Yogyakarta dan kadang-kadang dipakai kalau lagi ke Bandung. Kalau blas lupa yaudah masuk catatan biasa aja, wkwkwk. Tabungan, tagihan, dan transaksi berulang sebetulnya mirip-mirip sih, cuma jadi lebih jelas pos-posnya aja gitu.

Fitur premium belum pernah pakai, export ke Excel gitu juga termasuk fitur premium. I dont use it coz using current features is more than enough ko, hehe.

Semangat mencatat, ya!

#HariKe1
#Tantangan10Hari
#Level12
#KeluargaMultimedia
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.