Skip to main content

Game Level 2 - Melatih Kemandirian (9)

Bismillah

Waa sudah hari kesembilan dan masih bahas per-toilet training-an. Hari ini tiba-tiba saya ganti sounding ke Fatih setelah terlihat tanda-tanda Fatih mau pup etapi ternyata gak pup. "Kak, kalau mau pup tahan dulu yaaa, jangan di celana. Tahan dulu, nanti keluarinnya pas udah di kamar mandi." Anaknya ya manggut-manggut aja.

Pagi, siang, belum ada tanda-tanda lagi. Masuk sore pas abis main Fatih malah menyendiri di lorong rumah. Oh oh ternyata ada tanda-tanda doi mau pup. Pas dicek belum ada, akhirnya diajak ke kamar mandi. Fatih tuh semacam gengsi gitu buat ngaku kalau doi pup dan susaaaaaaah banget diajak ke kamar mandi. Tak boyong aja langsung ke kamar mandi dan doi mau jongkok di WC lagi setelah sekian lama!!!!! Mamak senang~

Tapi tetep ya ada dramanya, pupnya gak keluar sama sekali. Keluar deng dikit di celananya, pas nahan kayanya, huhuhu. Terus abis itu biasa lagi, main lagi sampai papanya datang. Abis itu ya family time ~ Sampai akhirnya setelah makan malem, Fatih ada tanda-tanda pup lagi~ Dibawalah sama papanya ke kamar mandi. Ditungguin bentar eh pup deh di WC, alhamdulillah~ hahaha.

Mungkin soundingnya berhasil ya, jadi disuruh tahan dulu kalau masih pakai celana. Meskipun barusan tetep ye ada dikit (ups maaf~) tapi ini udah kemajuan banget untuk Fatih bisa pup di WC.

Sedikit lagi yaaa TT ini akan berhasil :")

Semangat!!!

#hari8
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.