Skip to main content

Aliran Rasa Game Level 2 - Melatih Kemandirian

Bismillah~

Alhamdulillah akhirnya periode tantangan level 2 sudah selesai~

Pada tantangan ini tentu ada hambatan dan tantangannya. Ya namanya juga mengasuh anak, bukan robot yang sistemnya bisa kita otak atik semau kita saat itu juga. Mulai dari menentukan kemandirian apa yang ingin dilatih, konsistensi saya dan suami dalam membiasakan anak mandiri, bahkan respon anak dalam pembiasaan itu juga menjadi tantangan dan hambatan dalam melatih kemandirian ini.

Poin utama yang harus diingat adalah saya melatih kemandirian pada usianya dan selalu ada kalimat, "Nanti juga bisa, kok." Mengingat-ingat perkembangan anak dari yang asalnya hanya bisa menangis sampai sekarang bisa cerewet minta ini itu, dari yang dulu pipisnya di popok terus sekarang bisa di kamar mandi, semua ini jadi penenang ketika dihadapkan pada tantangan dan hambatan yang ada. Tugas kita melatih, bukan menyulap anak jadi bisa ini itu dalam satu jentikan jari. Tidak ada yang instan, semuanya ada proses yang harus dilalui. Jadi, sabar adalah koentji.

Hal positif dari latihan selama 10 hari ini adalah adanya target yang memotivasi saya untuk terus melatih kemandirian anak terutama saat toilet training. Jadi memang perubahannya kentara dan no more excuses. Tidak lagi let it flow tapi justru mencari titik masalah dan cara untuk meminimalisir efek dari masalah tersebut. Seperti Fatih yang pupnya belum mau bilang, berarti secara verbal Fatih belum mau mengungkapkan. Solusinya ya melihat dari gerak-geriknya saat mau pup. Hasilnya? Setelah 10 hari konsisten Fatih bisa pup di toilet juga~

Melatih kemandirian tentu tidak berhenti sampai level ini, akan terus dilatih karena saya tidak tahu sampai kapan bisa mendampingi anak saya. Catatannya, saya dan suami harus konsisten dengan target yang ingin diraih. Tugas mengasuh anak itu ya berdua, saat anak TT pun ya tugas berdua.

Melatih kemandirian Fatih terutama bagian TT jadi target terdekat, intinya harus konsisten dan sabar. Tidak melupakan progress Fatih juga jadi cambukan untuk saya, ada kemajuan yang harus diapresiasi dan percaya bahwa, "Ayo tinggal sedikit lagi!" dan setelah itu tidak terasa akhirnya selesai :")

#AliranRasa
#GameLevel2
#MelatihKemandirian
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.