Skip to main content

Game Level 2 - Melatih Kemandirian (15)

Bismillah~

Kemarin-kemarin kan berniat untuk mandiri dalam masak memasak ya. Ternyata hari ini suami ada acara buka bersama di kantornya yang berarti ku gak perlu masak, yuhuuuu~

Kok seneng? Dapet jatah libur masak setelah dari kemarin-kemarin sibuk menerka rasa dan mikirin menu adalah sebuah kenikmatan yang hqq~ Yah kapan mandirinya dong? 😂

Berhubung suami udah pindah dinasnya, jadi jarak rumah dan kantor itu emang agak jauh. Saya yang biasanya mau kemana-mana atau beli apa-apa sering nitip atau bareng suami ya sekarang gak sefleksibel dulu lagi. Anak rumahan lah aku tuuu. Nah, kebetulan kami baru pesen kurma via online dan dikirimnya ke kantor suami yang dulu. Yaaa 10 menit jalan kaki kali ya dari rumah. Paketnya udah sampai kantor dari kemarin tapi belum sempet diambil sama suami. Kebayang dong ya kurma basahnya ketutup berapa lama coba :(

Suami kasih pilihan, temen suami yang anterin ke rumah atau saya yang ke kantor. Saya gak enak sih ya kalau temen suami sampe harus anterin paket ke rumah :( Ya udah deh mau gak mau harus saya yang ke kantornya. Rasanya beraaaat banget buat jalan kesana, hahaha. Tapi dipikir-pikir ya masa harus nunggu sama suami terus. Toh deketlah, toh butuhlah, toh cari makanan juga buat buka, hehe. Sore tadi saya sama Fatih pun jalan-jalan ke kantor papanya yang lama.

Waktu berangkat, saya suka malu kalau harus lewat kerumunan tetangga yang lagi ngumpul-ngumpul gitu, awkward aja. Duh rasanya pingin nyuruh suami ajalah yang ambil, hahaha. Tapi kalau gak keluar, ku sama Fatih makan apa??? Nah lho~ Berlanjutlah kami ke kantor, terus beli dimsum, terus beli sop kambing sama es jeruk. Gak ngabisin setengah jam! Hahaha gini doang padahal pemalesan banget 😂

Dan jadilah bener kata suami, nunggu suami mah bisi lama. Dan kalau kita bisa sendiri dan suami mengizinkan ya kenapa gak kita lakuin sendiri. Gitu lah katanya. Mayanlah yaa jadi refreshing juga sama Fatih jalan-jalan sore, ehehe~

#hari15
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.