Skip to main content

Game Level 2 - Melatih Kemandirian (10)

Bismillah~

H-2 menuju ramadhan(?) dan kali ini kami tidak pulang ke Cimahi. Entah seimpulsif apa suami saya ini sampai-sampai hari ini ngajak ke Cibungur, hahaha.

Akhirnya setelah lenyeh-lenyeh dari pagi kami mutuskan untuk pergi ke stasiun untuk beli tiket sekaligus cari sarapan cemilan dulu. Berhubung mau pergi lama, saya pakein lagi tuh diapers ke Fatih. Gak mau repot ambil resiko, udududu. Waktu waktu pakai diapers, Fatih protes, "Kok pake pempes, Mama? Kaka mau pake kolol," berulang kali dan jidat yang kerung. Jawaban saya, "Kan mau naik kereta, ke kamar mandinya susah, jadi pake pempes dulu ya." Duh anaknya udah konsisten dan udah tau doi harusnya pakai CD, eh sayanya yang masih belum berani jauh-jauh lepas diapers.

Berangkat naik kereta pukul 11.39 dan sampai sekitar 12.20 apa 12.30 an lah, anak masih aman belum mau pup atau diapersnya berat. Pulang naik kereta pukul 14.40 sampai Karawang lagi sekitar 15.20 an, anaknya tidur anteng gak ada pup atau gimana padahal makan sama minumnya lumayan tadi. Sampai rumah pun ternyata diapersnya gak penuh sih. Masih ringan banget.

Jadwal selanjutnya adalah nyuci seragam dan segala yang harus digusrek. Anak ditinggal dulu sama papanya. Lama-lama kok sepi ya? Ternyata papanya tidur, anaknya lagi posisi ngeden 😂 Diajak ke kamar mandi malah nolak, susaaaah banget dan bilangnya gak mau pup. Yasudahlah ya, saya lanjut nyuci dan Fatih main lagi. Pikir saya sih, ah pake diapers ini, hahaha.

Daaaan ternyata benar~ Setelah selesai cuci mencuci anaknya laporan, "Ma, kaka udah pup." Yah pasrah ajalah. Konsistensi itu penting, tapi kewarasan mamak lebih penting kali ya 🙈 Dibersihin deh setelah itu mulai disounding lagi kalau Fatih pake CD lagi dan harus bilang kalau mau pup atau pipis. Anaknya seneng pake CD lagi, untunglah yaa~

Semoga cheating day ini tidak merusak keberhasilan-keberhasilan sebelumnya ya~

#hari10
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.