Skip to main content

Game Level 2 - Melatih Kemandirian (7)

Bismillah~

Sudah hari ketujuh tantangan melatih kemandirian ini dilaksanakan. Hari ini Fatih alhamdulillah sudah lebih rajin melepas celana dan memakai celananya sendiri jika ingin pipis. Ya tapi tetep aja sih kadang mamaknya masih kurang sabaran, apalagi pas mau pipis, takut aja gitu.

Eh ternyata, takut kebablasan pas Fatih buka celana sendiri itu gak ada apa-apanya dibanding bawa Fatih keluar tanpa diapers! Karena udah jaraaaang banget pake diapers, alhasil udah jarang merhatiin stok diapers di rumah. Biasanya pake kalau jalan-jalan atau mudik ke Bandung gitu. Nah tadi, kami keluar untuk makan dan belanja dimana Fatih gak pakai diapers sama sekali.

Sore menjelang maghrib kami makan di Bebek Kaleyo. Hari ini tumbeeeeeeeen banget pelayanannya lama banget banget banget sampai Fatih bosen kali aku tanya terus mau pipis apa ga gegara kelamaan nunggu. Setelah makanan datang dan Fatih makan pun, saya takutnya Fatih pup, dan akhirnya tanya lagi bulak-balik mau ke kamar mandi apa gak. Selesai saya makan, Fatih dibawa papanya ke kamar mandi, just in case Fatih mau pipis tapi ditahan. Keluar kamar mandi tampak lesu muka sang ayah karena setelah susah payah bukain celana di toilet umum eh anaknya kaga mau pipis, hahaha.

Selesai makan kami lanjut belanja cemilan. Lagi-lagi saya tanya Fatih mau pipis atau pup ga, dan jawaban yang sama yang saya dapet, "Enggak." Sampai rumah karena takut Fatihnya nahan-nahan, disuruh deh ke kamar mandi, diiming-imingi makan ager  Eh anaknya mau, dan bilang dibukanya ama kakak aja~ Alhamdulillah~ Setelah beres pun Fatih bilang mau pakai celana sendiri di depan papanya, biar papa liat katanya, show off gitulah~

Yaa alhamdulillah hari ini gak ada kendala berarti. Fatih mulai lebih sering pakai dan lepas celana sendiri kalau mau pipis. Tinggal pupnya aja nih, hari ini g pup juga, huehuehueee~

Semangat esok menjelang~

#hari7
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang

Comments

Popular posts from this blog

Bermimpi jadi anggota DPD itu.....

Ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah yang sedang terjadi saat ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat yang merindukan sosok pemimpin sebenarnya. Terlalu jauh sepertinya jika masyarakat harus merengek kepada anggota DPR, toh sebenarnya ada wakil terdekat yang diwadahi dalam sebuah lembaga bernama Dewan Perwakilan Daerah. Banyak orang yang haus akan kekuasaan, namun seandainya saya menjadi anggota DPD RI, ada beberapa hal yang akan saya lakukan, yaitu : 1. Selalu Sadar Diri Cukup banyak masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan karena para wakil ternyata hanya mengumbar janji saat pemilihan dan kenyataannya mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Padahal saya dapat menjadi anggota DPD pun karena rakyat yang memilih. Disini saya akan selalu sadar diri untuk apa dan siapa saya menjadi anggota DPD RI. Hal ini akan selalu mengingatkan saya akan tugas utama yaitu untuk mengusahakan apa yang diaspirasikan rakyat dan dengan modal sadar diri akan membuat program-program kedep...

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.