Skip to main content

Game Level 9 - Think Creative (9)

Bismillah.


Masih seputar khitan Fatih yang memang mendadak dan gak ada hajatan apa-apa 😁 Semuanya serba seadanya, bahkan botram pun makanannya dibawain sama keluarga dari Bandung 😆

Saya dan suami berencana untuk membuat video Fatih dikhitan. Saking fokusnya sama bikin video pra khitan dan keburu fokus ama anaknya pasca khitan, kami jadi tidak sempat sama sekali untuk mengabadikan momen dengan keluarga. Jangankan foto-foto dengan keluarga besar, foto bertiga (Saya, suami, Fatih) aja gak ada sama sekali 😂 

Kebetulan ada lomba unggah momen ketika khitan, suami pun kepikiran untuk sekalian aja ikutan. Biar memotivasi ngedit videonya juga. Tantangan banget buat saya yang udah lama gak pernah ngedit-ngedit video 😂 Butuh sekitar 2 harian buat saya untuk cari ide, cari referensi, dan cari cara buat bikin videonya sesuai sama apa yang saya pingin. Dan taraaaaa~ Inilah hasilnya~


Hasilnya...ketagihan! 😂 Jadi kangen masa-masa dulu pas sekolah dan kuliah ngedit-ngedit video kaya begini :")

#harike9
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Comments

Popular posts from this blog

Inferiority

Tidak hanya roda yang selalu berputar, perasaan superior juga ternyata bisa berbalik menjadi inferior. Keadaan dimana dunia terasa menyeramkan, membuatmu begitu kerdil di tengah gempuran orang-orang yang terus tumbuh meninggi meninggalkan. Perasaan yang membuat terjebak dalam rasa bersalah, penuh kekurangan, dan tidak berdaya. Hilang arah tidak tahu tujuan, tidak tahu harus apa dan bagaimana. Pernah merasa mampu menaklukan dunia, melewati masa-masa sulit dengan gagahnya, kini semua itu hanya cerita usang yang tidak terlihat jejaknya. Kasihan, ternyata tidak sesuai dengan imajinasi dan ekspektasi. Apakah timbul rasa penyesalan itu? Hidup di zaman digital ini memang harus bermental baja. Postingan bisa menjadi pisau bermata dua; Memotivasi atau justru semakin undur diri. Kenapa tidak bisa seperti dia? Kalau dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Coba lihat, siapa tau terinspirasi. Coba....... Harusnya termotivasi, terinspirasi untuk menemukan jalan dengan hasil yang sama. Nyatanya malah semak...

Malam

Sudah pukul 23:37. Tiga anak kadang beradu dalam satu tempat tidur. Ada yang guling ke kiri, ada yang niban anak lainnya, ada yang kaki di kepala, kepala di kaki 😂. Wajah-wajah manis yang kelelahan setelah menjalani hari. Wajah-wajah yang membuatku penuh rasa bersalah atas perbuatanku sedari pagi. Mataku selalu berkeliling, memperhatikan nyamuk yang seringkali hinggap tanpa permisi. Sekali lagi aku memandangi mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Si sulung yang lengan dan kakinya penuh luka akibat jatuh tempo hari, memarnya juga masih terlihat hingga kini. "Kurus," batinku. "Kasian," tambahku. Aku harusnya lebih bersabar menghadapinya, lebih mendekatkan diri dengannya, lebih perhatian lagi pada setiap permintaannya. Evaluasi diri yang selalu terjadi di setiap malam sebelum tidur, yang entah hilang kemana setiap bangun pada paginya. Kesal karena anak susah bangun yang berimbas pada kegiatan lainnya selalu menjadi awal memulai hari. Pokoknya, entah kenapa seti...

Hi

I may not post a longer notes. I keep it all in my head, and puff~ when I want to write, it's all gone. My rant today, "Emangnya Ibu Rumah Tangga gak rungsing juga?" Thank you.